Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengaku sebagai aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), seorang pria melancarkan aksi penipuan. Dengan kedok menawarkan proyek, pelaku meraup Rp100 juta dari korban.
Kapolsek Berbah, Kompol Eko Wahyu Nugraheni menjelaskan pelaku berinisial MI, 26, warga Jakarta Utara. "Korban yang bekerja di usaha jasa konstruksi bernama Kurniawan, 21, warga Berbah, Sleman," ujarnya, Kamis (1/4/2021).
Penipuan itu berawal saat korban mengenal pelaku melalui Facebook pada pertengahan 2020. Pada Oktober 2020, MI menawari korban untuk bekerja dalam sebuah proyek konstruksi. Untuk meyakinkan korbannya, MI menunjukkan sejumlah dokumen, hingga akhirnya korban tergiur dengan penawaran MI.
“MI meminta korban untuk mengajukan izin mendirikan sebuah perseroan terbatas. Untuk mengurus legalitas, MI meminta sejumlah uang kepada korban hingga mencapai Rp100 juta.
Korban mulai curiga ketika MI tak memberi kejelasan proyek yang dijanjikan. Merasa tertipu, korban segera melapor ke Polsek Berbah,” kata Eko. Berdasar laporan korban, polisi akhirnya meringkus MI di Jakarta Utara, Rabu (24/1/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.