Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat melihat koleksi bebatuan dari aliran Kali Ngalang yang disimpan di Plosodoyong Field Camp Georesearch Indonesia di Kalurahan Ngalang, Gedangsari, 22 Maret 2021./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Situs Ngalang di Kapanewon Gedangsari menjadi salah satu geosite Geopark Gunungsewu di Kabuapten Gunungkidul. Aliran sungai sepanjang 15 kilomenter ini dikembangkan menjadi lokasi wisata edukasi, khususnya bagi pencinta geologi pemula.
Koordinator Georesearch Indonesia Pri Harjo Sanyoto mengatakan aliran Kali Ngalang punya jejak purba masa lalu yang masih terdokumentasi dengan baik hingga sekarang.
BACA JUGA: Apakah Tes Antibodi setelah Suntik Vaksin Covid-19 Diperlukan?
Kekayaan itu bisa dilihat dari fosil biota laut yang menempel di bebatuan di aliran kali yang dikenal dengan formasi Sambipitu. Lokasinya berada tepat di bawah Jembatan Ngalang. Formasi ini terbentuk karena fasa sedimentasi peletusan Gunung Api Purba pada 16 juta tahun yang lalu. “Dulunya di kawasan ini adalah laut dan kemudian terjadi pengangkatan hingga menjadi daratan seperti sekarang,” kata Pri.
Menurut dia, kekayaan geologi tidak hanya di Formasi Sambiptu. Di bagian muara sungai ada patahan yang aktif hingga sekarang dan dikenal dengan Sesar Oyo. “Ini jadi bagian dari kekayaan yang ada di bentang situs di Ngalang sehingga cocok untuk pengembagan georiset melalui wisata edukasi,” katanya.
Pri mengatakan rintisan wisata edukasi sudah mulai dibangun sejak 2014 lalu. Hingga sekarang sudah banyak pengujung di situs-situs. “Tidak hanya mahasiswa untuk penelitian, tetapi ada juga anak-anak sekolah yang datang berkunjung. Guna menambah wawasan, kami tidak hanya memperlihatkan di situs Ngalang, tapi juga situs geopark lainnya di Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA: AHY Sebut Kadernya Ditakut-takuti Bakal Dipecat jika Tak Ikut KLB Deli Serdang
Lurah Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kaderi, mengaku senang dengan pengembangan wisata edukasi di situs Ngalang. Kalurahan sudah membuat kelompok sadar wisata yang berlokasi di Dusun Plosodoyong. “Sudah kami fasilitasi dan berikan pendampingan untuk memperkuat keberadan pokdarwis,” katanya.
Kaderi berharap destinasi wisata ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap roda perekonomian masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.