Cegah Banjir, Gunungkidul Usulkan Pengerukan 20 Sungai
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
Situasi TPR Pantai Baron yang masih lengang, Tanjungsari, Gunungkidul, Sabtu (16/6/2018). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Penggunaan tiket elektronik dengan memanfaatkan transaksi non tunai masih minim. Pasalnya, wisatawan yang masuk masih menggunakan cara-cara konvensional dengan membeli tiket di pos penarikan rertribusi.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, penerapan tiket eletronik dengan model transaksi non tunai baru diterapkan di pos penarikan rertribusi di Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan. Meski demikian, sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, antusias pengunjung menggunakan layanan ini belum banyak.
Sebagai gambaran, sambung dia, pada kunjungan akhir April hanya ada enam orang yang memanfaatkan transaksi non tunai untuk masuk kawasan wisata pantai. Padahal, jumlah kunjungan yang masuk lewa pos Baron dan JJLS mencapai 1.254 orang dalam waktu satu minggu. “Memang belum banyak yang berminat karena masih banyak yang cara tuna membayar di pos retribusi,” katanya, Jumat (7/5/2021).
Hary mengungkapkan, pemanfaatan layanan pembayaran tiket secara non tunai masih butuh sosialisasi. Oleh karenanya, dinas pariwisata akan terus melakukan sosialisasi. Selain pemanfaatan media berjejaring sosial, upaya pengenalan dengan cara menggandeng mitra-mitra dan asosiasi pariwiasta tentang pembayaran non tunai di pariwisata.
BACA JUGA: Update Covid-19 DIY 7 Mei 2021, Sehari 11 Orang Meninggal Dunia
“Untuk pelaksanaan, kami juga bekerjasama dengan BPD DIY. Mereka [BPD DIY] jug ikut membantu mensosilisasikan pembayaran non tunai ini,” katanya.
Meski belum banyak dikenal, sambung Hary, dinas pariwisata memiliki komitmen untuk mengembangkan transaksi tiket masuk secara non tunai. Ke depannya, fasilitas ini akan diberlakukan di seluruh destinasi wisata. “Prosesnya bertahap dan akan menyasar ke seluruh pos retribusi di kawasan wisata,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti. Menurut dia, pemanfaatan teknlogi untuk pembayaran tiket masuk pariwisata akan terus dilakukan. “Diharapkan dengan transaksi non tunai ini dapat memaksimalkan potensi pendapatan dari pos tiket retribusi masuk wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
DPMPTSP Sleman mencatat 733 usaha vila dan homestay hingga 26 Oktober 2026, terdiri atas 323 vila dan 410 homestay.
Simak rekomendasi HP dengan fitur privasi, mulai dari Samsung Galaxy hingga iPhone dan Google Pixel. Kenali perbedaan keamanan data dan layar anti-intip.
Polda DIY mengamankan satu orang pembawa senjata tajam saat aksi demonstrasi dan memastikan situasi Malioboro kondusif.
Satpol PP Bantul mencopot 84 spanduk dan 37 rontek yang dipasang melintang di jalan dalam patroli penertiban reklame dan media informasi.