PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Seorang petani di Dusun Karangsari, Desa Karangrejek, Wonosari, memanen padi varietas baru ZR, Rabu (19/2/2020)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, SEMIN – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul optimistis para petani tetap bisa panen meski telah memasuki musim kemarau. Ditargetkan di masa panen kedua ini dapat menghasilkan gabah seberat 48.000 ton.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, petani sudah mulai panen untuk masa tanam kedua. Ia pun optimistis musim kemarau tidak akan mengganggu panen petani.
BACA JUGA : Petani Gunungkidul Mulai Panen Padi
Secara total ada lahan seluas 8.110 hektare ditanami padi. Jumlah ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan area yang ditanami di masa tanam pertama. “Memang didominasi sawah tadah hujan. Jadi, saat musim tanam kedua dan ketiga, arean yang ditanami terus mengalami penyusutan,” katanya, Rabu (26/5/2021).
Memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul sudah membuat edaran berkaitan dengan mitigasi kekeringan di sektor pertanian. Diharapkan adanya antisipasi itu, maka petani bisa tetap panen.
Raharjo optimistis di masa tanam kedua 97% lahan yang ditanami padi dapat panen. Hal ini tak lepas pemantauan tanaman padi di sejumlah kapanewon. “Kami terus lakukan pemantauan, bahkan sekarang sudah banyak petani yang mulai panen,” katanya.
Ia mencontohkan, panen raya terlihat di Kapanewon Semin dan Gedangsari. Profitas padi di lahan kering mencapai 4,9 ton gabah kering per hektarnya. “Dengan perhitungan ini, maka di masa tanam kedua dapat menghasilkan gabah seberat 48.000 ton,” ungkapnya.
BACA JUGA : Gunungkidul Targetkan 245.000 Ton Gabah Kering
Secara umum di tahun ini dinas pertanian dan pangan menargetkan panen seberat 250.000 ton gabah kering. Di masa panen pertama hasil produktivitas mencapai 248.250 ton gabah kering. “Jadi saya optimistis target panen di tahun ini akan terlampaui di masa tanam kedua,” katanya.
Salah seorang petani di Dusun Karanggumuk, Kemejing, Semin, Anto mengaku bersyukur masih bisa panen. Meski telah memasuki kemarau, namun padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur. “Sudah menguning dan langsung saya panen,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku belum bisa menghitung karena baru proses pemotongan. “Kalau dilihat dari tanaman, hasil panen bisa baik. Terlebih lagi serangan hama juga tidak bisa diatasi sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.