Gunungkidul Targetkan 245.000 Ton Gabah Kering

Giyanto salah seorang petani di Bulurejo, Semin saat memanen padi di lahan yang dimilikinya. Sabtu (6/2/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan.
08 Februari 2021 11:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Gunungkidul mulai memasuki panen raya padi di musim tanam pertama. Untuk panen ini, Dinas Pertanian Pangan menargetkan produksi gabah kering giling sebanyak 245.000 ton.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, mulai akhir Januari petani sudah ada mulai memanen padi. Di pertangan Februari ini akan menjadi puncak musim panen di masa tanam pertama.

Menurut dia, beberapa wilayah yang sudah mulai panen seperti Purwodadi, Kapanewon Tepus dan Kalurahan Sampang di Gendangsari. “Sudah ada yang panen, tapi belum banyak. Musim panen raya akan dimulai pertengahan Februari ini,” kata Raharjo, Minggu (7/2/2021).

BACA JUGA : Gunungkidul Targetkan 250.000 Ton Gabah Kering Giling

Ia menjelaskan, total luas lahan padi di musim tanam pertama mencapai 48.104 hektare. Dari luasan ini ditargetkan memperoleh gabah kering giling seberat 245.000 ton. “Harapan kami profitas panen seberat lima ton per hektare sehingga target tersebut bisa terpenuhi atau bahkan terlampaui,” katanya.

Menurut dia, jika mengacu pada pengubinan di beberapa wilayah yang sudah panen setiap hektarenya panen bisa mencapai hingga enam hektare. Meski demikian, hal tersebut tidak bisa menjadi acauan karena setiap lahan memiliki hasil yang berbeda-beda. Selain itu, hasil pengubinan masih sebatas bahah kering panen sehingga saat menjadi gabah kering giling akan mengalami penyusutan.

“Hal inilah yang menjadi pertimbangan rata-rata panen di setia hektare hanya lima ton gabah kering giling setiap hektarenya,” ujar mantan Kepala Bidang Bina Produksi ini.

Ditambahkan Raharjo, untuk pertumbuhan tanaman padi terpelihara dengan baik. Hal ini tidak lepas adanya deteksi dini terhadap serangan hama sehingga kerusakan bisa diantisipasi sejak awal sehingga hasilnya dapat dimaksimalkan. “Mudah-mudahan bisa melebihi target,” ungkapnya.

BACA JUGA : Petani Keluhkan Anjloknya Harga Gabah Kering

Salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin, Giyanto mengatakan, sudah memulai memanen padi yang ditanam. Ia tidak menampik, proses pemotongan lebih cepat karena terdampak cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. “Padi pada roboh karena hujan dan embusan angin. Sebenarnya, masih beberapa hari lagi untuk dipanen, tapi berhubung pada ambruk langsung dipanen,” katanya.

Menurut dia, pemanen lebih awal bukan masalah karena untuk menghindari tanaman rusak karena genangan air di sawah. “Kalau nunggu beberapa hari lagi, takutnya malah busuk. Jadi, langsung dipanen toh padi juga sudah berisi dengan bagus,” katanya.