Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Selurus siswa yang mengikuti Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tingkat SD terpaksa harus mengulang tes mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Hal ini dikarenakan adanya kesalahan perintah mengerjakan soal. Rencananya tes susulan dilaksanakan pada Rabu (2/6/2021) mendatang.
Kepala Sekolah SD Negeri Wonosari II, Eko Pramono mengatakan, anak-anak di sekolahnya harus mengulang tes ASPD untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Sebenarnya, kata dia, soal ini telah dikerjakan pada Kamis (27/5/2021), namun dikarenakan adanya kesalahan teknis, maka diputuskan diulang.
“Ini tidak hanya terjadi di sekolah saya. Tapi di seluruh Gunungkidul,” katanya, Jumat (28/5/2021).
Menurut dia, keputusan pengulangan berasal dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul. Eko pun mengaku sudah memberikan informasi ini kepada wali murid melalui grup WA. “Kami langsung gerak cepat dan mengumumkan kepada wali murid,” katanya.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudyo Marsita saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya pengulangan tes ASPD untuk maple IPA. Kebijakan ini diambil karena adanya kesalahan entri dalam perintah mengerjakan soal.
“Di soal IPA perintahnya disuruh memilih satu atau lebih jawaban yang benar. Jelas ini salah karena yang benar hanya untuk memilih salah satu jawaban,” katanya.
BACA JUGA: Pesawat Latih Jatuh di Bumi Perkemahan Cibubur
Sudyo menuturkan, perintah mengerjakan yang salah ini berdampak terhadap pengerjaan para siswa. Pasalnya, ada siswa yang tetap memilih satu jawaban yang benar, tapi ada juga yang memilih dua sampai tiga jawaban. “Ini terjadi di semua sekolah dan para siswa sebanyak 9.701 anak haru mengulang,” katanya.
Ia menuturkan, keputusan mengulang tes ASPD tidak diambil sendiri karena kebijakan juga berdasarkan koordinasi dengan Disdikpora DIY. “Bergitu ada kejanggalan langsung kami komunikasikan dan hasilnya diminta mengulang semua,” katanya.
Rencananya, tes susulan akan diselenggarakan pada Rabu (2/6/2021). “Kalau dalam jadwal susulan mapel IPA dilaksanakan Kamis [3/6], tapi berhubung sudah memasuki ujian kenaikan kelas, maka diajukan sehari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.