Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, WONOSARI – BPBD Gunungkidul mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air, Senin (14/6/2021). Total hingga sekarang sudah ada sembilan kapanewon yang mengajukan permintaan bantuan air bersih.
Kesembilan kapanewon ini meliputi Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang, Purwosari, Paliyan dan Semin. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sembilan kapanewon yang mengajukan bantuan masih bersifat sementara. Pasalnya, jumlah ini masih bisa bertambah pada saat memasuki puncak musim kemarau.
BACA JUGA : 6 Wilayah di Kulonprogo Ini Terancam Kekeringan
Pengalaman di tahun lalu, dari 18 kapanewon, hanya tiga wilayah meliputi Wonosari, Playen dan Karangmojo yang tidak mengajukan bantuan air ke BPBD. “Untuk saa ini [kemarin] sudah ada sembilan kapanewon yang meminta droping air,” katanya kepada wartawan, Senin.
Edy menuturkan, pihaknya juga sudah mulai menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat pada Senin pagi. Adapun lokasi bantuan bertempat di Kalurahan Girisekar, Panggang. Total ada empat dusun yang mendapatkan droping air meliputi Jeruken, Warak, Pijenan dan Mendak.
“Masing-masing dusun kami berikan bantuan empat tangki air,” katanya.
Disinggung mengenai penyaluran di lokasi yang sedang mengalami lonjakan kasus corona, Edy mengakui hal tersebut hanya kebetulan karena pelaksanaan disesuaikan dengan surat permohonan resmi dari kalurahan.
“Kalau ada surat resminya, maka kami akan menyalurkan bantuan,” ungkapnya.
BACA JUGA : Pemkab Klaim Tak Ada Potensi Kekeringan di Sleman
Untuk droping air, pemkab tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta. Adapun pelaksanaan, BPBD Gunungkidul menyiapkan enam armada tangki pengangkut air. “Mudah-mudahan mencukupi. Tahun lalu, anggarannya juga sekitar Rp700 juta, tapi tidak terserap semua hingga akhirnya dikembalikan ke kas daerah,” katanya.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, sepuluh kalurahan di wilayahnya mengalami kesulitan air bersih saat kemarau. Upaya droping juga sudah dilakukan, salah satunya dilaksanakan di Kalurahan Tileng.
Ai menjelaskan, pelaksanaan droping tidak hanya dilakukan oleh kapanewon. Pasalnya, juga ada permintaan bantuan ke BPBD Gunungkidul. “Ada delapan kalurahan, maka dibagi. Empat ditangani kepanewon sedangkan empat kalurahan lain penyaluran air bersih dibantu dari BPBD Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.