Advertisement

Pemkab Klaim Tak Ada Potensi Kekeringan di Sleman

Lugas Subarkah
Rabu, 09 Juni 2021 - 08:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pemkab Klaim Tak Ada Potensi Kekeringan di Sleman Ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan tidak ada lokasi yang berpotensi kekeringan. Kapanewon Prambanan yang beberapa tahun lalu masih mendapat droping air, kini telah memiliki jaringan air bersih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, menjelaskan semua lokasi di Sleman saat ini telah terkondisi untuk tidak terjadi kekeringan selama musim kemarau. “Sekarang sudah terkondisi semua, Prambanan juga sudah,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Pada tahun-tahun sebelumnya, Kapanewon yang terletak di Sleman timur ini kerap terjadi krisis air bersih, hingga harus mendapatkan drop air bersih dari BPBD Sleman. Namun pada 2020 lalu, telah dibangun jaringan air bersih oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ia menjelaskan jaringan air bersih tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya saja mengambil sumber airnya yang berbeda. “Suplai diambilkan dari bawah, Berbah, dipompa naik ke atas, kemudian didistribusikan menggunakan sistem gravitasi,” katanya.

Baca juga: Warga Miskin di Sleman Dapat Ajukan Jaringan Pengaman Sosial

Kepala pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menuturkan secara umum kebutuhan air bersih masyarakat Sleman sudah terpenuhi. Meski demikian, ia mengakui jika musim kemarau suplai air memang tidak sebanyak seperti pada musim hujan.

“Yang Namanya musim kemarau air pasti berkurang. Tapi bisa mencukupi baik itu untuk ternak, rumah tangga, dan lainnya, itu tercukupi. Yang tahun kemarin harus ngedrop sehari 50 tanki lebih untuk Prambanan, sekarang tidak ngedrop sama sekali,” ungkapnya.

Di samping itu, permintaan drop air bersih dari kalurahan maupun kapanewon saat ini juga sudah tidak ada. “Karena sudah kami fasilitasi dengan sumber air dari dekat sungai Opak di Berbah, kami alirkan ke sana, salurkan ke atas,” kata dia.

Ia melihat musim kemarau sebenarnya sudah dimulai pada akhir April. Namun hingga saat ini masih sering terjadi hujan meski dengan intensitas ringan. Dengan fenomena ini, menurutnya kemarau tahun ini relatif lebih aman untuk suplai air dan tidak terlalu kering untuk pertanian.

Advertisement

Selain Prambanan, menurutnya daerah lain relatif lebih banyak suplai airnya karena memiliki sumber air teknis. Sementara di prambanan tidak memiliki sumber air teknis dan hanya bergantung pada air hujan lantaran struktur wilayahnya yang didominasi perbukitan dan padas. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja, Gajinya Tak Main-Main!

News
| Minggu, 25 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement