Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Petugas Dinas Perhubungan Gunungkidul bersama-sama dengan anggota kepolisian saat memeriksa kendaraan luar daerah yang masuk melalui pintu di Pos Hargodumilah, Kapanewon Patuk. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, WONOSARI – Tim Pengendalian Pengawasan dan Penegakan Hukum yang dikomandoi Satpol PP Gunungkidul terus berupaya memaksimalkan kebijakan PPKM Darurat guna menekan laju penularan virus corona. Selain melakukan penyekatan di kawasan perbatasan juga melakukan patroli keliling guna membubarkan kerumunan di masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Gunungkidul, Hery Sukaswadi mengatakan, ada upaya menekan mobilisasi warga selama PPKM Darurat dari 16% menjadi 30%. Tim Dalwas Gakum terus berupaya menekan dengan beberapa cara.
BACA JUGA : Bantul Tambah 4 Titik Lokasi Penyekatan selama PPKM Darurat
Pertama, dilakukan upaya penyekatan di beberapa titik di rest area Bunder, Patuk; Simpang Tiga Candirejo, Semin dan Pertigaan Bedoyo, Kapanewon Ponjong. “Langkah ini untuk mengurangi laju kendaraan dari luar daerah untuk masuk ke Gunungkidul,” katanya, Kamis (8/7/2021).
Adapun langkah kedua guna memaksimalkan kebijakan PPKM juga dilakukan patroli keliling. Tim dalwas gakum tak hanya melakukan kegiatan di malam hari, namun juga dilaksanakan di siang hari di tempat-tempat strategis seperti pasar, tempat kuliner hingga ke komplek pertokoan.
“Kalau melanggar protokol kesehatan maka siap dibubarkan. Beberapa kegiatann sudah dibubarkan karena adanya pelanggaran,” katanya.
BACA JUGA : Pintu Masuk Jogja Disekat, Wajib Bawa Kartu Vaksinasi & Hasil Swab
Dia berharap kepada masyarakat untuk mematuhi aturan dalam PPKM Darurat guna mengendalikan penyebaran virus corona. “Ya kalau tidak penting lebih baik di rumah saja,” katanya.
Masih Dikaji
Pemberlakuan PPKM Darurat di sejumlah wilayah dilakukan penutupan jalan untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Meski demikian, penutupan belum dilaksanakan di wilayah Gunungkidul.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Grivianto Sakti mengaku masih membuat kajian untuk penutupan serta pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas. Menurut dia, sudah ada rencana penutupan jalan di kawasan Alun-Alun Wonosari hingga jalur di depan Pasar Argosari. Hanya saja, kebijakan tersebut masih dimatangkan sehingga belum bisa diberlakukan.
“Keputusannya besok [hari ini]. sekarang kami masih mengkaji serta menyiapkan rekayasa arus lalu lintas sebagai dampak dari kebijakan penutupan,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan selama PPKM lampu Alun-Alun Wonosari dimatikan mulai pukul 20.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk mendukung upaya menurunkan mobilisasi warga hingga 30%.
“Kami mendukungnya karena dengan mematikan lampu di alun-alun sebagai bentuk apresiasi atau pancingan untuk menghindari kerumunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.