Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Gunungkidul. /JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Fraksi PAN DPRD Gunungkidul mengapresiasi adanya program kemajuan dan kemandirian kalurahan dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Meski demikian ada harapan program bisa lebih dipertajam dengan melihat potensi dan kondisi geografis di masing-masing kalurahan.
Sekretaris Fraksi PAN DPRD Gunungkidul, Sugeng Nurmanto mengatakan, ada hal menarik dalam pembahasan RPJMD karena ada program prioritas yang dimiliki pemkab. Salah satunya, pembangunan kalurahan dan kawasan kalurahan untuk memperkuat daya saing daerah.
BACA JUGA : Bupati Baru Gunungkidul Belum Bisa Tata Pejabat
“Programnya bagus. Tapi ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan karena kami memandang program ini jadi pekerjaan rumah yang cukup berat,” kata Sugeng, Selasa (13/6/2021).
Menurut dia, anggapan program kemajuan dan kemandirian kalurahan masih berat bukan tanpa alasan. Hal ini mengacu pada indikator di tingkat kapanewon. Hingga sekarang hanya ada satu kapanewon yang memiliki status mandiri, 14 kapanewon masuk kategori maju dan tiga kapanewon lainnya dengan status berkembang.
“Jadi ini bisa jadi acuan awal karena belum semua kapanewon masuk kategori mandiri,” ungkapnya.
Sugeng pun meminta agar program ini dicermati dengan benar sehingga tidak hanya menjadi rencana kerja yang tertuang di atas kertas. Oleh karenanya, pelaksanaan harus didukung dengan program yang nyata sehingga memberikan pengaruh yang nyata terhadap upaya memajukan dan memandirikan setiap kalurahan guna mendukung daya saing daerah.
BACA JUGA : Sunaryanta Kenalkan Program Sapta Karya, Begini
“Potensi dan kondisi geografis yang ada harus dimaksimalkan. Kami yakin dengan potensi yang dimiliki bisa mendorong kemajuan sehingga banyak yang memiliki status mandiri dan tidak hanya berlaku di satu kapanewon saja,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto mengatakan, pembangunan kalurahan menjadi salah satu prioritas yang dituangkan dalam RPJMD. Hal ini dilakukan untuk mendukung penguatan daya saing daerah.
Menurut dia, sejumlah program sudah dipersiapkan untuk mendukung program ini. salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan program pemberdayaan masyarakat di kalurahan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Selain itu, ada juga penguatan pemberdayaan lembaga kemasyarakat untuk mendorong program ekonomi di kalurahan.
“Banyak kegiatan yang dilakukan mulai dari pengembangan wisata kalurahan, penguatan BUMDes, PKK, karang taruna hingga adanya penguatan sektor unggulan desa seperti industry kreatif dan olahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.