Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi sampah. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait dengan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pesisir di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Untuk merealisasikan program ini mengajukan bantuan pembangunan sebesar Rp10 miliar.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, untuk membangun TPS pesisir meminta bantuan ke Pemerintah Pusat dengan mengajukan anggaran sekitar Rp10 miliar. Meski demikian, hingga sekarang belum ada kepastian terkait denga realisasi pembangunan.
BACA JUGA : TPST Piyungan Akan Diperluas dengan Tambahan 6,5 Hektare
“Kami masih menunggu. Harapannya bisa disetujui dan pembangunan dapat dimulai di tahun depan,” kata Aris, Senin (27/9/2021).
Menurut dia, persyaratan dalam pembangunan sudah dilengkapi mulai dari DED kawasan hingga kajian analisas dampak lingkungan. Dokumen ini juga telah diserahkan ke Pemerintah Pusat bersamaan dengan pengajuan bantuan untuk pembangunan. “Mungkin dikarenakan pandemi masih berlangsung, program yang kami usulkan belum ada jawabnnya,” katanya.
Aris menambahkan, pembangunan TPS pesisir merupakan upaya dari pemkab dalam hal optimalisasi pengelolaan sampah yang dihasilkan masyarakat. Hingga saat ini, di Gunungkidul baru ada satu TPA di Kalurahan Baleharjo, Wonosari.
“Jadi seluruh sampah di Gunungkidul masuknya ke TPAS di Baleharjo semua,” katanya.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, maka diputuskan untuk menambah fasilitas pengolahan. Oleh karenanya dibuat program pembangunan TPS pesisir. “Lahannya sudah dibebaskan dan tinggal proses pembangunan melalui kementerian,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mendukung penuh pembangunan TPS di wilayah pesisir. Hal ini dikarenakan pelaku wisata di kawasan pantai kesulitan untuk membuang sampah karena di Gunungkidul hanya ada satu TPAS di Kalaurahan Baleharjo. Sementara itu, jarak antara kawasan pantai dengan TPAS sangat jauh sehingga upaya pembuangan kurang efektif.
BACA JUGA : TPST Piyungan Tutup 2 Hari, Sampah di Kota Jogja Menumpuk
“Seringkali sampah menjadi masalah karena ketiadaannya lokasi pembuangan di dekat destniasi. Memang ada truk sampah yang datang, tapi butuh waktu dikarenakan jarak yang lumayan jauh,” katanya beberapa waktu lalu.
Menurut dia, keberadaan TPS di pesisir bisa menjadi solusi sehingga sampah-sampah yang dihasilkan dari kegiatan pariwisata dapat langsung dibuang. “Keberadaan TPAS tidak hanya menjadi tempat pembuangan, tapi bisa juga sebagai sarana wisata edukasi. Jadi, kami dukung rencana pembangunannya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.