Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Martono salah seorang petani di Dusun Pengkol, Jatiayu, Karangmojo sedang memanen ubi kayu di lahan yang dimiliki, Rabu (5/8/2020). /Harian Jogja-David Kurniawan\n
Harianjogja.com, NGLIPAR – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat panen hasil paen singkong mencapai 827.669 ton. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan target panen di 2021 sebesar 832.000 ton.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, luas tanam singkong mencapai 44.025 hektare. Ditargetkan dengan luas lahan tersebut mampu menghasilkan panen sebesar 832.000 ton. Meski demikian, berdasarkan perhitungan yang dilakukan panen singkong di tahun ini sedikit meleset dari target. Pasalnya, ada selisih sekitar 4.331 ton antara target dengan realisasi panen. “Ternyata kurang dari target karena secara akumulasi panennya hanya mencapai 827.669 ton,” kata Raharjo, Rabu (27/10/2021).
BACA JUGA : Petani Gunungkidul Panen Raya Singkong, Produksi Ditarget
Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan panen sedikit meleset. Salah satunya area tanam yang semakin menyempit dikarenakan perluasan penanaman jagung dengan monokultur oleh petani. Kondisi ini pun berpengaruh terhadap singkong yang tidak ditanam.
Adapun faktor lain yang menyebabkan hasil panen singkong menurun juga dipengaruhi karena jarak tanam batang semakin melebar. Raharjo mengungkapkan, di 2020 lahan seluas satu hektare bisa ditanami 3.500 batang singkong. Sedangkan di tahun ini yang ditanam hanya sekitar 2.500 batang per hektare.
Pengaruh jarak tanam yang semakin lebar dapat dilihat pada saat proses pengubinan hasil panen singkong mencapai 18,8 ton per hektare. Jumlah ini menurun dibandingkan hasil pengubinan panen di 2020 yang mencapai 22 ton per hektare.
Meski ada penurunan, Raharjo mengaku senang karena produktivitas singkong masih bagus. Selain itu, dari sisi harga juga relative stabil, per kilonya singkong basah dihargai Rp1.200. Sedangkan untuk gaplek dijual Rp2.500 perkilonya.
BACA JUGA : Petani Berharap Harga Singkong Tidak Anjlok
Petani asal Dusun Sriten, Pilangrejo, Kapanewon Nglipar, Radato mengatakan, hasil panen singkong bagus. Untuk harga, ia mengaku menjual gaplek seharga Rp2.500 per kilogram.
Dia pun berharap kepada pemerintah agar ada program pembinaan. Selama ini, petani hanya mengolah singkong menjadi gaplek lantas dijual. Diharapkan dengan adanya pelatihan, petani bisa terhindar dari anloknya harga saat panen raya karena. “Hingga sekarang belum ada, tapi kami berharap ada pelatihan makanan olahan sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.