KNMP Poncosari Punya Cold Storage, Didorong Jadi Pusat Nelayan di Bantul
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
Kondisi talut longsor yang menimpa dinding rumah di kawasan Terban, Gondokusuman RT 02 RW 01 pada Kamis (11/11) pagi. Dok. BPBD Kota Jogja.
Harianjogja.com GONDOKUSUMAN - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kota Jogja mengakibatkan talut di wilayah Terban, Gondokusuman RT 02 RW 01 longsor pada Kamis (11/11) pagi. Akibatnya seorang warga atas nama Sukmanto, 58, asal RT 24 RW 06 Jetisharjo mengalami luka karena reruntuhan dinding rumah yang tertimpa talut.
"Ya benar, saat ini sedang ditangani oleh teman-teman relawan dan tim TRC BPBD Kota Jogja di lokasi," kata Lurah Terban, Sigit Kusuma Atmaja saat dihubungi.
Sigit menerangkan, saat insiden tersebut Sukmanto tengah berada di dalam rumah. Seketika talut yang tepat berada di belakangan kediamannya itu longsor dan menimpa dinding rumah bagian belakang. Nahas, dirinya tak sempat menghindar hingga tertimpa tembok karena terdorong reruntuhan talut.
BACA JUGA : Dua Talut di Taman Gajahwong Longsor
"Kondisi korban patah kaki kanan di atas mata kaki, pasien sadar dan kondisi stabil. Sekarang sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit oleh PSC 119," tambah dia.
Saat ini korban diketahui tengah mengalami perawatan intensif di rumah sakit Panti Rapih. Sigit juga menyebut bahwa dampak longsor mengakibatkan dinding kamar jebol dengan nilai kerugian berkisar Rp25 juta. "Tembok belakang rumah jebol, kerugian sekitar Rp25 juta," katanya.
Area talut yang ambrol kini tengah ditangani oleh petugas gabungan yang diturunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor. Wilayah talut dan rumah warga yang terdampak itu disebut Sigit telah dipasangi terpal untuk mengurangi air yang masuk ke dalam tanah. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi longsor susulan.
"Talut yang ambrol juga kami bikin tali air supaya rembesan air hujan bisa tersalurkan dengan aman dan mengurangi potensi longsor susulan," ujarnya.
Kepala BPBD Kota Jogja, Nur Hidyatat mengatakan, talut yang longsor itu memiliki panjang sekira 11 meter dengan tinggi delapan meter dan lebar enam meter. Dampaknya mengakibatkan rumah warga bagian belakang jebol dengan panjang dan tinggi delapan meter serta lebar enam meter.
BACA JUGA : Dalam Dua Hari, Ada Tiga Titik Longsor di Kota Jogja
"Kejadiannya pukul 10.00 Wib karena terdampak hujan. Itu rumah milik Ibu Sri Martuti," ujarnya.
Pihaknya mengingatkan kembali kepada warga untuk awas dan terus memantau kondisi lingkungan masing-masing terhadap potensi bencana. Sebab, kondisi hujan dan angin kencang diperkirakan bakal terus terjadi di wilayah setempat. "Bisa dikoordinasikan dengan kami jika melihat kondisi dan keadaan yang mengancam," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.