Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Wisatawan berlarian saat gelombang tinggi menerjang di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, WONOSARI – Destinasi wisata di Gunungkidul dipadati pengunjung. Meski demikian, sejumlah pengujung mengakui kegiatan wisata tidak ada kaitannya dengan rencana penerapan PPKM level tiga di akhir tahun.
Salah satunya diungkapkan oleh Budiarto, pengunjung asal Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Menurut dia, kedatangan ke pantai Drini, Baron dan Kukup dikarenakan ingin berwisata dengan keluarga.
“Cuma untuk menyenangkan istri dan anak,” katanya, Minggu (21/11).
Dia mengakui sekeluarga sudah diberikan vaksin sehingga tidak ada masalah saat kunjungan wisata di Gunungkidul. “Kami bersyukur semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wawan, pengunjung asal Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Menurut dia, acara piknik bareng satu kampun ini sudah direncanakan sejak lama. Oleh karenanya, tidak ada kaitannya dengan rencana penerapan PPKM level tiga dari pemerintah.
Pelaksanaan wisata pada Minggu dipilih karena bertepatan dengan hari libur sehingga banyak warga yang bisa ikut di kegiatan ini. “Makanya dipilih hari yang benar-benar bisa diikuti semua orang,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, pada libur akhir pekan destinasi pantai di Gunungkidul ramai dikunjungi wisatawan. Hingga Minggu siang semua berjalan dengan lancar aman dan terkendali. “Untuk air sedikit pasang, jadi kami mengimbau seluruh pengunjung berhati-hati dengan meminta agar tidak bermain air ke tengah,” katanya.
Selain mengimbau tentang keselamatan berwisata, Marjono juga tidak menampik terus menyerukan untuk mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus. “Kami terus mengingatkan, meski kadang ada pengunjung yang masih ngeyel saat di pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.