Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Baru Bantul, Satu Orang Hilang
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Ilustrasi klithih./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Lima pemuda ditangkap karena melakukan kekerasan jalanan tanpa motif jelas alias klithih terhadap orang yang akan berolahraga di Alun-Alun Selatan. Mereka melalukan klithih di Jalan Veteran pada Rabu (12/1/2022) lalu. Aparat Polsek Umbulharjo sudah menangkap lima pemuda berinisial RA 19, SP 18, RAP 17, ZM 18 dan TA, 17.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo Budiantoro, mengatakan kejahatan jalanan ini bermula saat korban yang bernama Tegar Leonando, 21, bersama temannya yang lain berboncengan dengan sepeda motor menuju Alun-Alun Selatan untuk berolahraga sekitar pukul 05.00 WIB pada 12 Januari lalu.
BACA JUGA: Mengenal Qzruh, Geng Legendaris Kota Jogja yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Sesampainya di Jalan Veteran, tepatnya di sekitar perempatan Warungboto, korban berpapasan dengan rombongan pelaku yang berboncengan menggunakan lima sepeda motor. Sesaat kemudian rombongan pelaku klithih berbalik arah dan langsung mengejar korban.
“Rombongan pelaku memepet korban sambil mengacungkan senjata tajam celurit,” kata Kapolsek di Mapolsek Umbulharjo, Senin (24/1/2022).
Korban sempat menghindar dan temannya yang lain melompat dari atas boncengan sepeda motor karena mengetahui para pelaku membawa sajam. Lantas ia lari dan masuk ke gang area perkampungan. "Sementara korban melaju meninggalkan rombongan pelaku," kata Setyo.
Para pelaku yang tak bermotif ini masih mengejar korban. Saat berada di depan Hotel Safara, pelaku inisial RAS langsung mengayunkan parang yang dibawanya dan mengenai punggung korban. Tak hanya itu, ia kemudian masih mengejar korban yang lari ke barat Jalan Veteran.
“Korban akhirnya terjatuh dan motornya menghantam tanaman di sekitar TKP. Setelah itu para rombongan kabur,” jelas Kapolsek.
Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo, AKP Nuri Ariyanto, setelah insiden itu pelaku mesti mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Ia juga menyambangi kantor Polsek Umbulharjo untuk membuat laporan penganiayaan.
“Modus para pelaku memang sengaja untuk mencari musuh atau lawan. Dari hasil keterangan pelaku, sebelum melakukan aksinya mereka terlebih dulu berkumpul di rumah salah seorang teman di daerah Wijilan untuk mengambil senjata tajam,” terangnya.
BACA JUGA: Merasa Dipelototi, Rombongan Pelajar Terlibat Pengeroyokan di Jalan Magelang
Nuri menambahkan dari lima terduga pelaku klithih yang diamankan itu, dua masih berstatus saksi. Keduanya yakni TA dan ZM. Mereka berperan sebagai joki saat insiden itu terjadi. "Ketiga tersangka lain pernah terlibat kasus penganiayaan jalanan di Jalan Gambiran tahun 2021 lalu," ujar dia.
Barang bukti yang disita polisi berupa dua celurit dan satu parang. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.