JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Dua rider cilik sedang melatih kemampuan membalap di area parkiran Pasar Hewan Siyono Harjo di Kalurahan Logandeng, Playen, beberapa waktu lalu/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ajang balap motor di Gunungkidul memiliki potensi besar. Pemkab pun diminta memberikan fasilitas dengan membangunkan sirkuit untuk latihan maupun ajang balapan resmi.
Salah satu desakan untuk membangun sirkuit disuarakan oleh mantan pembalap nasional asal Desa Wareng, Wonosari, Sudarmono. Menurut dia, dari sisi antusiasme peminat ajang balap sangat tinggi, terbukti beberapa even balap diselenggarakan menggunakan landasan di Landasan Udara Gading di Kapanewon Playen.
“Tidak hanya ajang balap, tapi untuk atlet juga banyak potensinya,” kata Darmono, Minggu (20/3/2022).
Menurut dia, potensi ini harus mendapatkan wadah sehingga dapat tersalurkan dengan benar. Salah satunya membangunkan sirkuit untuk latihan maupun ajang balapan. “Selama ini latihannya hanya menggunakan area parkir di Pasar Hewan Siyonoharjo,” katanya.
BACA JUGA: Terjatuh, Pembalap Cilik Asal Gunungkidul Gagal Tampil di Sirkuit Mandalika
Darmono mengungkapkan, keberadaan sirkuit juga bisa menjadi sarana meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penyewaan. “Jangan salah untuk atlet sepatu roda juga bisa menggunakannya. Buktinya, kami [para pembalap] harus berbagi jadwal menggunakan pasar hewan untuk latihan,” katanya.
Secara kebijakan, pemkab sempat membeli lahan seluas lima hektare di Kalurahan Pacarejo, Semanu yang rencananya digunakan untuk membangun sirkuit. Namun dalam perkembangannya tidak jadi, malah lahan tersebut digunakan membangun kampus universitas.
“Sebenarnya banyak lahan kosong di Gunungkidul untuk dijadikan sirkuit. Lokasinya, juga tidak harus di kota karena malah cocok di pinggiran sehingga warga tidak terganggu pada saat latihan atau balapan berlangsung,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Gunungkidul, Supriyanto. Menurut dia, cabang olahraga ini makin banyak diminati, tapi dari sisi sarana masih kurang sehingga membutuhkan sirkuit untuk latihan maupun bertanding.
Dia mengakui, selama ini latihan hanya menggunakan area parkir di pasar hewan di Kapanewaon Playen. Supri berharap pemkab bisa membangunkan sirkuit sehingga kemampuan maupun bakat dari para atlet bisa makin dilatih untuk bisa beprestasi. “Mudah-mudahan pemkab bisa memberikan fasilitasi untuk pengembangan bakat-bakat di bidang balapan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.