Polresta Sleman Jelaskan Duduk Perkara Viral Shinta Komala
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo tengah mendata salah satu gelandangan yang terciduk dalam penertiban gelandangan dan pengemis di Alun-Alun Wates, Senin (28/1).-Ist
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) mulai terlihat di sejumlah fasilitas publik dan persimpangan jalan di Bantul. Untuk menghindari petugas, beberapa gepeng baru beroperasi saat jam kerja petugas rampung.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menerangkan, dari momen yang sudah-sudah, menjelang perayaan Idulfitri para gepeng mengalami peningkatan. "Berkaitan dengan ketenteraman ketertiban secara umum, nanti kami akan coba lakukan penyisiran supaya keberadaan dari gepeng ini menjadi satu situasi yang terkendali," kata Yulius, Rabu (20/4/2022).
"Kami sudah tahu titik-titik yang biasanya [gepeng] muncul, seperti di perempatan Kasihan, Madukismo, mungkin juga perempatan Kasongan, Sudimoro, Giwangan, nanti kita akan kami lakukan pengecekan supaya ini tidak menjadi satu kesan yang menjadi pembiaran," ucap dia.
BACA JUGA: Piknik ke Bantul saat Lebaran, BPBD Bantul: Patuhi Rambu-Rambu Peringatan di Objek Wisata
Dijelaskan Yulius, bahwa piihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, pada prinsipnya Dinsos bersama OPD terkait memcoba melakukan upaya penertiban terhadap keberadaan gepeng. Namun Yulius menduga para gepeng sudah tahu jam-jam yang biasanya Satpol PP melakukan operasi.
Saat jam-jam siang tidak tampak, tetapi sore hari mereka mulai beroperasi, tepat sekitar jam kerja petugas rampung. "Kelihatannya mereka tahu juga atas operasi-operasi yang kita lakukan mungkin di jam kerja," ujarnya.
Bila hipotesis ini benar, maka Yulius juga bakal merombak jam operasi agar tidak diketahui oleh gepeng. "Makanya nanti coba kita petakan, kira-kira keberadaan mereka itu sudah menghindari petugas mungkin nanti operasi kita juga akan menyesuaikan," imbuhnya.
"Belum begitu mencolok [kiriman gepeng], nanti di samping yang di jalan-jalan, mungkin ketika khususnya yang di hari libur yang di tempat-tempat wisata kita pun mohon kerja samanya dari pihak-pihak terkait atau pun Pokdarwis sekiranya memang ada aktivitas yang mengganggu atas kenyamanan wisatawan mungkin juga akan kami tertibakan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.