Prambanan Siap Dipugar, Indonesia dan India Garap 54 Candi Perwara
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo tengah mendata salah satu gelandangan yang terciduk dalam penertiban gelandangan dan pengemis di Alun-Alun Wates, Senin (28/1).-Ist
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) mulai terlihat di sejumlah fasilitas publik dan persimpangan jalan di Bantul. Untuk menghindari petugas, beberapa gepeng baru beroperasi saat jam kerja petugas rampung.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menerangkan, dari momen yang sudah-sudah, menjelang perayaan Idulfitri para gepeng mengalami peningkatan. "Berkaitan dengan ketenteraman ketertiban secara umum, nanti kami akan coba lakukan penyisiran supaya keberadaan dari gepeng ini menjadi satu situasi yang terkendali," kata Yulius, Rabu (20/4/2022).
"Kami sudah tahu titik-titik yang biasanya [gepeng] muncul, seperti di perempatan Kasihan, Madukismo, mungkin juga perempatan Kasongan, Sudimoro, Giwangan, nanti kita akan kami lakukan pengecekan supaya ini tidak menjadi satu kesan yang menjadi pembiaran," ucap dia.
BACA JUGA: Piknik ke Bantul saat Lebaran, BPBD Bantul: Patuhi Rambu-Rambu Peringatan di Objek Wisata
Dijelaskan Yulius, bahwa piihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, pada prinsipnya Dinsos bersama OPD terkait memcoba melakukan upaya penertiban terhadap keberadaan gepeng. Namun Yulius menduga para gepeng sudah tahu jam-jam yang biasanya Satpol PP melakukan operasi.
Saat jam-jam siang tidak tampak, tetapi sore hari mereka mulai beroperasi, tepat sekitar jam kerja petugas rampung. "Kelihatannya mereka tahu juga atas operasi-operasi yang kita lakukan mungkin di jam kerja," ujarnya.
Bila hipotesis ini benar, maka Yulius juga bakal merombak jam operasi agar tidak diketahui oleh gepeng. "Makanya nanti coba kita petakan, kira-kira keberadaan mereka itu sudah menghindari petugas mungkin nanti operasi kita juga akan menyesuaikan," imbuhnya.
"Belum begitu mencolok [kiriman gepeng], nanti di samping yang di jalan-jalan, mungkin ketika khususnya yang di hari libur yang di tempat-tempat wisata kita pun mohon kerja samanya dari pihak-pihak terkait atau pun Pokdarwis sekiranya memang ada aktivitas yang mengganggu atas kenyamanan wisatawan mungkin juga akan kami tertibakan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.