Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Sebagai ilustrasi: Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5). /ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul bakal mendata pemudik yang pulang kampung selama libur Lebaran. Pendataan dilakukan melalui sistem informasi desa yang dikelola oleh masing-masing Pemerintah Kalurahan.
Dia menjelaskan, upaya pendataan sudah disampaikan dan bertujuan memastikan jumlah pemudik yang pulang kampung ke Gunungkidul. “Di kalurahan ada Sistem informasi Desa dan sudah saya sampaikan untuk didata, kira-kira pendatang ada berapa,” kata Sunaryanta ditemui di Taman Budaya Gunungkidul, Playen, Kamis (28/4/2022).
Menurut dia, pendataan dilakukan dengan melibatkan pihak RT. Setelah data terkumpul akan diinput ke SID yang ada di setiap kalurahan. “Nanti bisa ketahuan berapa jumlah pastinya,” katanya.
Disinggung mengenai adanya fenomena warga Gunungkidul yang diajak merantau ke kota besar pascalebaran, Sunaryanta tidak mempermasalahkan warga yang ingin bekerja ke luar daerah. Meski demikian, ia berharap kepada calon perantau memiliki kwalitas sehingga mudah mencari pekerjaan di kota tujuan nantinya.
BACA JUGA: Waduh...Sejumlah Jip Wisata di Kulonprogo Tak Layak Jalan
“Siapkan segala sesuatunya. Jangan sampai di perantauan malah jadi masalah. Siapkan semuanya kalau ingin melamar kerja,” kata Sunaryanta.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul, memperkirakan ada 30.00 pemudik yang akan pulang ke kampung halaman. “Kurang lebih sekitar 30.000 perantau akan kembali ke Gunungkidul. Jumlah ini naik 30% dibanding mudik tahun 2019,” kata Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto.
Menurut dia, upaya pemantauan arus mudik terus dilakukan. Meski demikian, hingga Kamis dini hari belum ada kenaikan signifikan dan arus kendaraan masih relative lancar.
“Belum ada peningkatan, tapi mulai malam nanti [Kamis malam] akan mulai terlihat. Prediksi ini tak lepas adanya kemacetan arus lalu lintas di Brebes, Jawa Tengah sehingga berpengaruh terhadap kedatangan pemudik,” katanya.
Menyambut libur Lebaran, Rakhmadian sudah melakukan kesiapan termasuk memasang rambu di beberapa titik yang dianggap rawan, dan menuju kawasan pantai. Selain itu, memastikan lampu penerangan jalan umum berfungsi dengan baik. Adapun personel yang disiagakan sebanyak 86 orang. Rinciannya 30 personel berada di sekretariat dan pengujian kendaraan bermotor. Sedangan sisanya sebanyak 56 personel berada di posko-posko seperti di Patuk, Siyono, Baron, Terminal Dhaksinarga dan Terminal Semin.
“Untuk pengamanan juga telah dilakukan koordinasi lintas sektoral mulai dari kepolisian, TNI dan instansi lainnya,” kata Rakhmadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.