Cegah Kekerasan, Kemenag DIY Minta Seluruh Pesantren Bentuk TPPK Sebelum Akhir 2026
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Suasana bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (1/5/2021). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO-Menanggapi Jogja yang sedang darurat sampah, Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Yogyakarta International Airport (YIA), Agus Pandu Purnama ikut angkat bicara. Menurutnya masalah sampah di YIA sudah dikoordinir dengan baik.
"Dari tenant-tenant setiap jam kumpulkan dan kemudian juga kita sudah menunjuk vendor urus sampah baik organik, plastik, dan lainnya," tuturnya ditemui di bandara, Rabu (11/5/2022).
Dia menegaskan penanganan sampah di YIA sudah berjalan baik sejak awal bandara beroperasi. Sampah dilakukan pemilahan dan pemrosesan sebelum dibuang.
Baca juga: Jogja Darurat Sampah di Depan Mata, Ini Buktinya
"[Pembuangan] sudah ditunjuk kerjasama dengan Pemda setempat. Hasil dari pemilihan tempat pembuangan sesuai dengan jenis sampahnya," ujarnya.
Sementara itu, Airport planning, OSH & Risk management Senior Manager R. Bambang Triyono menyebut pembuangan sampah dibuang empat kali sebulan.
"Kami sudah pemeliharaan. Lalu untuk reuse, reduce dan recycle juga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.