Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Petugas SAR Satlinmas memerpilatkan kerusakan bangunan di posko pemantauan di Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari. Minggu (29/5/2022)./Istimewa-SAR Satlinmas Wilayah II DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Bangunan Posko SAR Satlinmas Wilayah II di Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari terancam ambruk karena terdampak abrasi dari pasang air laut. Wisatawan pun diminta menjauhi lokasi untuk keselamatan bersama.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan pos pantau SAR di Pantai Krakal sudah tidak bisa digunakan. Hal ini dikarenakan terdampak abrasi yang membuat pondasi bangunan mulai terkikis karena air laut.
“Kondisinya semakin parah karena gelombang tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu sehingga merusak bangunan di bagian bawa,” kata Marjono kepada wartawan, Minggu (29/5/2022).
Menurut dia, untuk sementara posko tidak digunakan demi keselamatan. Guna penjagaan, enam personel jaga diminta mengawasi dengan menumpang ke warung-warung di Pantai Krakal. “Sangat berbahaya sehingga pengawasan mengungsi dulu ke tempat yang lebih aman. Barang-barang untuk membantu pengawasan maupun evakuasi juga sudah dipindahkan,” ujarnya.
Marjono mengungkapkan, posko pertama kali dibangun 1999 dan mulai dioperasikan pada 2000 lalu hingga sekarang. Bangunan dua lantai ini dijadikan markas pengawasan ribuan pengunjung oleh anggota SAR atau petugas gabungan pada saat musim liburan.
Kerusakan sudah dilaporkan ke Pemkab Gunungkidul dengan harapan segera diperbaiki sehingga tidak berbahaya bagi pengunjung maupun petugas jaga. “Mudah-mudahan bisa secepatnya diperbaiki karena belum lama ini ada tim yang meninjau ke lokasi posko,” katanya.
Kapolsek Tanjungsari, Wawan Anggoro, mengatakan keamanan di area posko sudah dipasang garis polisi. Ia berharap kepada pengunjung agar tidak berteduh atau bermain di area posko yang terancam ambruk karena terdampak abrasi air laut.
“Kami sudah lakukan pemantauan ke lokasi dan garis polisi agar di sekitar gedung steril guna berjaga-jaga hal-hal yang tak diinginkan. Jadi, kami imbau ke pengunjung tidak mendekat ke posko,” katanya.
Dia mengakui sering menggunakan posko untuk membantu pengawasan dan pengamanan pada saat liburan. “Kami terus bekerjasama dengan tim SAR untuk pengamanan di kawasan pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.