JBBA 2026: Usung Konsep Penghargaan Berbasis Hamemayu Hayuning Bawana
JBBA 2026 mengusung filosofi Hamemayu Hayuning Bawana dengan penilaian berbasis pendidikan, budaya, dan ekonomi berkelanjutan.
Ilustrasi siswa sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo memberikan kelonggaran bagi sekolah untuk menambah jam belajar siswa dari enam jam pelajaran menjadi maksimal delapan jam pelajaran.
Kepala SMAN 1 Sentolo, Didik Asmiarto mengatakan meski ada pelonggaran, sekolahnya belum ada rencana untuk menambah jam belajar siswa. Sekolahnya masih menunggu aturan resmi dari Disdikpora DIY.
"Kami belum berencana menambah jam pelajaran. Masih tetap enam jam pelajaran per hari," ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (1/6/2022).
BACA JUGA: Kulonprogo Targetkan 2024 Angka Stunting di Bawah Satu Digit
Meski jam belajar belum akan ditambah, sekolah tetap berupaya mengejar ketertinggalan materi pelajaran siswa saat masih sekolah daring dengan pembelajaran e-learning.
Menurutnya, saat sekolah masih daring, guru menyampaikan materi-materi yang sifatnya esensial. Menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) khusus pandemi Covid-19. "Di samping pembelajaran tatap muka terbatas [PTMT], pembelajaran e-learning sekolah masih kami lakukan," kata dia.
Sebelum pandemi, imbuh Didik, satu jam pelajaran di SMAN 1 Sentolo berdurasi 45 menit, sedangkan saat ini berkurang menjadi hanya 30 menit.
Selain itu, jumlah jam belajar siswa sebelum pandemi juga jauh lebih banyak yakni 9-10 jam pelajaran. "[Saat ini] lebih singkat. 30 menit. Sebelum pandemi 45 menit," ujarnya.
BACA JUGA: 5 Kali Mencuri, Maling Gabah di Kulonprogo Mengaku untuk Makan
Sebaliknya, Kepala SD Conegaran, Sugiyah justru mengakui sekolahnya sudah berencana menambah jam belajar siswa. Pasalnya, enam jam pelajaran menurutnya terlalu singkat untuk mengejar materi pembelajaran pada siswa.
"Ya ada [rencana penambahan jam belajar]. Karena kalau cuma enam jam terlalu singkat," kata dia.
Sekolah menyambut baik kelonggaran untuk menambah jam belajar siswa. Rencana menambah jam belajar menurutnya baru akan dimulai pada tahun ajaran baru. "Alhamdulillah kalau dari dinas menambah jam tatap muka. Tapi nanti di tahun ajaran baru mulainya," ujarnya.
Kepala Dinas Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan sekolah bisa menambah jam belajar maksimal menjadi delapan jam. Disdikpora Kulonprogo sudah memberikan kebebasan.
"Bisa saja, kami sudah bebaskan sekolah, sebenarnya enam jam pelajaran minimal, jadi kalau bisa dimaksimalkan delapan jam, silakan saja," ujarnya.
Tidak hanya jam belajar yang dibebaskan, durasinya pun diserahkan ke masing-masing sekolah. Misalnya dari mulanya 30 menit ditambah menjadi 40 menit.
"Kalau mau dimaksimalkan 40 menit silahkan saja, tergantung kesiapan mereka masing-masing," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 mengusung filosofi Hamemayu Hayuning Bawana dengan penilaian berbasis pendidikan, budaya, dan ekonomi berkelanjutan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 18 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Inpres Nomor 8 Tahun 2026 mewajibkan pembangunan infrastruktur di habitat gajah memperhatikan koridor satwa demi menjaga populasi gajah Indonesia.
Medan berat di Desa Watuduwur tak surutkan semangat Satgas TMMD Kodim 0708 Purworejo. Pembangunan jalan terus dikebut demi akses warga.
Kejaksaan Agung menjadwalkan ulang pemeriksaan Heru Pambudi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi importasi tekstil di Ditjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020.