Menyulitkan Difabel, Regol Ayom di Sirip Malioboro Akan Dievaluasi
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.
Kegiatan jual beli bahan pangan di Pasar Wates, Jumat (27/05/2022). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengatakan Kulonprogo menargetkan pada 2024 angka stunting bisa ditekan sampai di bawah satu digit.
Dia menjelaskan angka stunting di Kulonprogo terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2018 sebesar 14,31%, lalu 2019 menurun jadi 12,58%, pada 2020 kembali turun menjadi 11,80%, dan terakhir pada 2021 sebesar 10,35%.
"Dan tentunya kita akan upaya penuh. Kami di 2024 kalau di skala nasional target 14%, kami sudah harus di bawah satu digit," ujarnya dalam webinar 'Kegiatan Padi Biofortifikasi dalam Rangka Percepatan Penurunan Relevansi Stunting', Selasa (31/5/2022).
Menurutnya di Kulonprogo ada sepuluh lokus desa penanganan stunting. Di antaranya Janten, Sindutan, Kebonrejo, Palihan, Kalirejo, Gerbosari, Sidoharjo, Ngangosari, Banjarsari, dan Kebonharjo.
Penanganan stunting ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati No 6 Tahun 2020. Di dalam aturan ini penanganan stunting dilakukan secara komprehensif oleh semua stakeholder. Mulai dari tim di kabupaten, kapanewon, hingga tingkat desa.
Baca juga: Aksi Bersama Turunkan Angka Stunting Membuahkan Hasil
"Jadi di Kulonprogo alhamdulillah dengan upaya berbagai stakeholder, ini angka stunting terus menurun," ujarnya.
Aris menjelaskan di dalam Peraturan Bupati tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo juga memiliki peran di dalam penanganan stunting. Salah satunya dengan menyiapkan beras Biofortifikasi Ir Nutrizinc.
Kekurangan zinc (Zn) dalam tubuh selain berdampak pada penurunan daya tahan tubuh, produktivitas, dan kualitas hidup manusia. Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting.
"Varietas ini, bahwa inpari mengandung zinc lebih tinggi sebesar 34,51 ppm, sementara varietas lain seperti ciherang hanya 24,06 ppm," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan Kementan memberikan dukungan penuh pada penanganan stunting. Fokus penanganan stunting melalui program konsumsi pangan sifatnya berkelanjutan tidak bisa instan.
"Kulonprogo ini menjadi percontohan, tidak hanya hulu, sampai pasarnya dikendalikan. Saya minta kabupaten lain seperti Kulonprogo penanganan komprehensif dan lokasi-lokasi di daerah rawan pangan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
BNPT mencatat 620 anak usia 11-18 tahun terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial hingga 26 Agustus 2026.
SPBU Mlati membatasi pembelian Pertalite 5 liter untuk motor. Pertamina menyebut kebijakan itu membantu mengurangi antrean dan menjaga kuota.
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.