Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Satu ekor sapi di Kapanewon Srandakan terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK). Temuan ini menjadi kasus PMK pertama yang ditemukan ditemukan di Kapanewon Srandakan.
Dokter hewan Puskeswan Sanden, Titih Wahyaningtyas, menjelaskan sapi tersebut pertama kali dilaporkan pada Jumat (10/6/2022) lalu. "Sekarang sudah kontrol hari keempat, kondisinya lebih baik, nafsu makannya sudah bagus," ujarnya, Senin (13/6/2022).
BACA JUGA: Polsek Pajangan Gelar Vaksinasi Berhadiah Peralatan Masak Hingga Menginap di Hotel
Sapi berusia setahun itu diketahui positif PMK awalnya karena memiliki gejala pincang. Lalu ketika dicek, sapi itu juga memiliki gejala sariawan atau lesi di mulut. Diduga sapi ini terpapar PMK dari sapi lainnya dalam satu kandang, yang baru 10 hari dibeli oleh pemiliknya.
Dalam satu kandang tersebut terdapat dua sapi. Sapi yang baru dibeli ini justru tidak menunjukkan gejala PMK apapun, tetapi dicurigai sebagai pembawa virus PMK.
Pasalnya, sapi ini didatangkan dari Kapanewon Sandeng, yang di wilayah sekitarnya terdapat sapi positif PMK. "Asalnya dari salah satu belantik yang ada di Sanden. Kemudian kami cek sapinya ga ada gejala. Uang ada gejala sapi yang satunya. Kami lakikan penanganan untuk yang bergejala dengan penyuntikan antibiotik, antipiretik dan vitamin," ungkapnya.
Meski nafsu makannya sudah bagus dan pincangnya berkurang, tetapi lesi di mulut sapi itu masih ada. Dia menyarankan kepada peternak untuk tetap menyemprot disinfektan dan rutin membersihkan bagian luka baik di kaki maupun mulut dengan asam sitrat.
"Kami juga berpesan untuk tidak menambah dulu ternak, jangan sampai ada ternak masuk lagi dan juga ternak yang sudah positif ini kami larang untuk dijual. Ternak yabg sudah sembuh sudah tidak ada gejalanya, tapi ternak itu masih mungkin membawa penyakit tersebut dalam beberapa bulan," katanya.
BACA JUGA: Hampir Seribu Ternak di Sleman Terpapar PMK
Puskeswan Sanden memiliki kewenangan untuk pemeriksaan di wilayah Sanden dan Srandakan. Beberapa kali pihaknya juga memeriksa ternak untuk kurban, namun sejauh ini belum ditemukan adanya kasus positif dari hewan kurban. "Yang kami periksa belum ada kasus PMK," kata dia.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, per 12 Juni, terdapat total sebanyak 876 kasus PMK dengan wilayah terbanyak Pleret mencapai 512 kasus. Sementara Srandakan satu kasus dan Sanden enam kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
MK mendengarkan keterangan Polri dan KPK dalam uji materi Pasal 603 KUHP terkait kewenangan penetapan kerugian keuangan negara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap Palur-Yogyakarta dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur dan tarif Rp8.000.
Sopir taksi online berinisial ARA ditahan setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan terhadap penumpang perempuan di Jakarta Barat.