Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi abrasi./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kerusakan Posko SAR tidak hanya terjadi di Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari. Pasalnya, pos di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo juga butuh dibangun ulang.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 DIY, Sunu Handoko mengatakan, posko SAR di Pantai Wediombo sudah dibangun sejak 2001 lalu. Meski demikian, hingga sekarang belum ada upaya perbaikan sejak pertama kali dioperasikan.
BACA JUGA: Harga Ternak di Gunungkidul Anjlok hingga Rp6 Juta per Ekor
Menurut dia, kondisi posko sudah banyak yang rusak. Sebagai contoh di bagian atap sudah ada yang jebol, sedangkan tembok mulai mengelupas dikarenakan korosi air laut. “Rangka besinya sudah mulai terlihat. Jadi, memang sudah butuh perbaikan,” kata Sunu, Jumat (17/6/2022).
Ia mengungkapkan, untuk perbaikan sudah mengajukan ke Pemerintah DIY. Diharapkan di tahun depan, pembangunan tersebut bisa direalisasikan.
Sunu menambahkan, sebelum dilakukan perbaikan pada Jumat, juga ada tinjauan dari Bidang Aset, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul. Adapun tujuannya untuk kepastian aset serta rencana penghapusan sebelum perbaikan dilakukan. “Harapan kami bisa segera diperbaiki agar pengawasan bisa lebih optimal,” katanya.
Kerusakan Posko SAR juga terjadi di Pantai Krakal. Kondisinya sudah parah karena pondasi bangunan sudah ada yang terkikis karena abrasi air laut.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY, Marjono mengatakan, kondisi Posko SAR di Pantai Krakal sudah parah. Pasalnya, sudah tidak bisa digunakan lagi dikarenakan rawan ambruk. “Abrasinya sudah parah sehinggga mengikis pondasi posko,” katanya.
BACA JUGA: Terlibat Kasus Pidana, 3 PNS di Gunungkidul Dinonaktifkan
Menurut dia, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, di sekitar lokasi sudah dipasangi garis polisi. Selain itu, peralatan yang dimiliki untuk menunjang kinerja dalam pengawasan maupun evakuasi telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. “Untuk sementara, tugas pengawasan juga mengungsi ke warung-warung terdekat,” katanya.
Marjono berharap posko ini bisa dibangun ulang. Adapun lokasinya juga masih dilokasin yang sama karena letaknya strategis untuk pengawasan di kawasan pantai. “Jangan dipindah. Untuk proses pembangunan, hari ini [Jumat] juga ada pemeriksaan dari tim aset Pemkab Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Survei Pew Research Center menyebut 92 persen warga Indonesia belum pernah ke luar negeri. Faktor ekonomi hingga akses visa jadi penyebab.
Kepala Wasit UEFA Roberto Rosetti mengkritik penggunaan VAR yang dinilai terlalu berlebihan dan meluncurkan platform Clear Line.
Anthropic resmi bangun tim chip semikonduktor kustom untuk AI Claude. Buka lowongan insinyur dengan gaji hingga Rp8,7 miliar. Strategi multi-vendor tetap dipert
Hujan meteor Perseid mencapai puncak pada 12-13 Agustus 2026. Simak waktu terbaik dan peluang pengamatan fenomena langit ini dari Indonesia.
Shakira menyampaikan dukungan untuk korban gempa M 7,4 di Kolombia yang menewaskan lebih dari 111 orang dan merusak sejumlah kota.