Pembangunan Markas Yon TP di Banyusoco Masih Tunggu Izin SG
Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Gunungkidul, diperkirakan paling cepat dimulai pada 2028 setelah izin lahan dan tahapan pembangunan te
Garis polisi dipasang di sekitar lokasi Talut TPI Baron yang rusak dikarenakan terkikis air laut dan sungai bawah tanah Baron. Foto diambil pada Jumat (10/6/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianogja.com, GUNUNGKIDUL--Talut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Baron jebol karena abrasi. Adapun perbaikan masih menunggu dari instruksi Bupati Gunungkidul. Untuk sementara di lokasi yang rusak telah dipasang garis polisi guna mengurangi aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kerusakan talut di TPI Baron sudah terlihat sejak 1 Juni lalu seusai terjadi gelombang tinggi yang menerjang kawasan Pantai Selatan. Kerusakan ini sudah dilaporkan dan untuk sementara sudah dipasang garis polisi oleh petugas Polsek Tanjungsari.
“Pemasangan garis polisi agar di sekitar lokasi terbebas dari aktivitas warga,” kata Marjono, Selasa (14/6/2022).
BACA JUGA: Dua Kapolsek di Gunungkidul Dimutasi, Siapa saja?
Pembangunan talut di Pantai Baron dilaksanakan pada 2021 dengan menggunakan sisa dana rehabilitasi dan rekonstruksi dampak dari Badai Cempaka yang menerjang di akhir 2017. Total dana yang dipergunakan untuk pembangunan mencapai Rp2,8 miliar.
Menurut dia, tidak semua bangunan talut rusak dikarenakan kerusakan yang terjadi di titik timur atau tepatnya di area TPI Baron. Adapun lokasi lainnya masih terlihat bagus dan belum ada tanda-tanda kerusakan.
“Kemungkinan terkikis karena arus sungai bawah tanah yang alirannya ke timur kemudian bertemu dengan arus laut,” katanya.
Dia berharap kerusakan tersebut dapat segera diperbaiki agar tidak membahayakan warga yang beraktivitas. Pasalnya, selain terkikis juga ada lantai yang ambles dengan luasan yang lumayan luas. “Sudah kami laporkan dan mudah-mudahan bisa segera diperbaiki,” katanya.
Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno mengatakan, sudah melihat lokasi kerusakan di talut TPI Baron. Meski demikian, untuk perbaikan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari bupati terkait dengan kerusakan tersebut.
“Setelah mendapat informasi terus meninjau lokasi dan hasilnya sudah kami laporkan ke Bupati Gunungkidul. Adapun proses perbaikan, kami masih menunggu instruksi dari bupati,” katanya.
Menurut dia, sudah ada antisipasi agar kerusakan tersebut tidak membahayakan aktivitas masyarakat dengan dipasang garis polisi dari Polsek Tanjungsari. “Harapannya tidak ada aktivitas warga di sekitar lokasi yang rusak sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Gunungkidul, diperkirakan paling cepat dimulai pada 2028 setelah izin lahan dan tahapan pembangunan te
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 21 Juli 2026 tersedia dari pukul 05.00 WIB hingga 20.42 WIB dengan tarif Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia menjadi satu-satunya produsen kendaraan komersial yang seluruh produknya ber-TKDN dengan capaian tertinggi lebih dari 62 persen.
Basarnas memperluas area pencarian 18 korban KM Nurul Salsa hingga 1.980 mil laut dengan dukungan alutsista laut dan udara pada hari keenam operasi SAR.
Dana kompensasi tenaga kerja asing menjadi penyumbang terbesar PNBP Kemnaker. Pemerintah kini mengkaji besaran kompensasi yang telah berlaku selama puluhan tahu