Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Warga beraktivitas di salah satu bank sampah di Kota Jogja belum malam ini. Pemerintah setempat menargetkan pendirian bank sampah bisa terwujud di seluruh RW./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja menargetkan bank sampah di wilayahnya terus tumbuh seiring dengan potensi pengolahan sampah yang cukup menjanjikan untuk diolah menjadi berbagai produk baru. Ke depan, seluruh RW di Kota Jogja ditargetkan telah mempunyai bank sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Sugeng Darmanto mengatakan sedikitnya 619 bank sampah sudah dibentuk di Kota Jogja. Keberadaan bank sampah disebutnya cukup efektif dalam memilah sampah dan meminimalkan sampah yang dibuang ke tempat penampungan akhir (TPA).
BACA JUGA: Suporter Bola Bikin Rusuh di Jogja, Sultan: Kenapa Kekerasan Selalu Terjadi?
“Targetnya semua RW memiliki bank sampah. Kami berupaya untuk lebih meningkatkan pengelolaan sampah dari hulu, terutama yang organik,” kata Sugeng, Selasa (26/7/2022).
Menurut Sugeng, ratusan bank sampah yang sudah berdiri di Jogja saat ini didorong untuk membuat lubang resapan biopori sederhana untuk pengolahan sampah organik. “Kami akan mendorong anggota bank sampah membuat biopori karena itu yang paling mudah, biaya ringan dan pemeliharaan gampang,” ujar dia.
Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya menyebut pemerintah akan memperkuat komunikasi dengan perangkat kewilayahan agar operasional bank sampah bisa lebih optimal. Kelurahan dan kemantren pun diminta bersama-sama untuk mengembangkan bank sampah.
BACA JUGA: Dapur Umum Buruh Gendong Jogja Dijadikan Sengketa, Komisi Informasi Teruskan Persoalan ke Pusat
“Kami juga mendorong bank sampah tidak hanya mengelola sampah anorganik. Tapi juga yang organik karena mayoritas sampah keluarga adalah sampah organik. Kami juga menunggu kesiapan DLH menyangkut gerakan biopori rumah tangga anggota bank sampah,” katanya.
Dia menambahkan forum bank sampah tentunya akan meningkatkan nilai tambah dari sampah dengan aneka ragam produk olahanya. DLH setempat juga berencana membuat wadah produk hasil pengolahan sampah untuk mengatasi kendala pemasaran. Produk dari hasil pengolahan sampah dari masyarakat bisa ditampilkan bersama forum bank sampah lain yang akan dipasarkan secara digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.