Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi Raperda./ist
Harianjogja.com, Gunungkidul—Pemkab bersama-sama dengan DPRD Gunungkidul sepakat membahas 12 rancangan peraturan daerah (Raperda) tahun 2022 ini. Hingga awal Agustus, sudah ada tujuh raperda yang dibahas dan empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai perda.
Empat rancangan yang sudah selesai dibahas meliputi Pertanggungjawaban APBD 2021, Penyelenggaraan Kebudayaan, Penyelenggaraan Perpustakaan, dan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha. Adapun yang masih proses pembahasan meliputi Raperda tentang Fasilitasi Pesantren, Penyertaan Modal PDAM, dan Pengelolaan Keuangan Daerah.
Kepala Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto, mengatakan tahun ini ada 12 raperda yang dibahas. Rancangan ini terdiri usulan bupati sebanyak sembilan raperda dan tiga raperda inisiatif DPRD.
Ia tidak menampik hingga sekarang tujuh perda yang sudah dibahas dan kesemuanya merupakan usulan dari bupati. “Empat sudah disahkan menjadi perda. Sedangkan tiga rancangan masih dalam pembahasan,” kata Ari, Selasa (9/8/2022).
Dia menjelaskan, untuk propemperda, DPRD masih memiliki tanggungan tiga raperda yang akan dibahas di tahun ini. Sedangkan tanggungan Pemkab menyisakan perda wajib yang dibahas setiap tahun, yakni Raperda APBD Perubahan 2022 dan APBD 2023.
BACA JUGA: Hore! Bantuan PKH Termin Ketiga di Gunungkidul Cair Bulan Ini
Ari mengungkapkan untuk raperda inisiatif DPRD Gunungkidul meliputi Raperda tentang Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana,, Penyelenggaraan Kepemudaan, dan Penyelenggaraan Keolahragaan. Meski masih dalam dalam proses penyusunan dan belum dibahas dengan tim dari pemkab, ia optimistis bisa diselesaikan sesuai dengan rencana yang ditetapkan di akhir 2021 lalu.
“Akan dibahas di triwulan ketiga. Jadi, saya yakin bisa dibahas semua,” katanya.
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Gunungkidul, Miksan, mengatakan sudah menyerahkan tiga rancangan untuk dibahas bersama-sama dengan DPRD. Adapun tugas eksekutif tinggal dua raperda lagi yang dibahas sesuai dengan propemperda yang telah disepakati.
“Ada sembilan raperda usulan bupati di tahun ini. Yang dibahas sudah tujuh dan tinggal dua lagi,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Minta Danais Rp56 Miliar untuk Garap Jalur Kepek-Ngobaran
Menurutnya, untuk dua raperda yang belum dibahas menyisakan perda wajib tentang APBD Perubahan 2022 dan APBD 2023. Meski demikian, lanjut Miksan, kewajiban menyelesaikan propemperda juga membutuhkan peran dari DPRD untuk menyelesaikan raperda inisiatif yang dimiliki.
“Jadi memang harus saling bersinergi untuk menyelesaikannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.