Tunggakan PBB Gunungkidul Capai Rp26 Miliar, DPRD Soroti Penagihan
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Tim dari Dinas Kebudayaan Gunungkidul mengunjungi situs Song Tritis di Dusun Semampir, Semugih, Rongkop, beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kerangka manusia berusia 4.500 ada di Sing Tritis di Dusun Semampir, Semugih, Rongkop, Gunungkidul.
Situs Song Tritis akan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Gunungkidul. Berdasarkan hasil dari kajian yang telah dilakukan, Song Tritis didentifikasi sebagai kawasan permukiman manusia prasejarah pada zaman neolitikum atau masa batu muda.
BACA JUGA: Viral! Ibu-ibu Bermobil Mewah Nyolong Cokelat di Alfamart, Pegawai Toko Malah Disuruh Minta Maaf
Hal ini diperkuat adanya penemuan sejumlah artefak seperti cangkang siput yang diduga sisa makanan pada saat itu, serpihan gerabah hingga kerangka manusia berusia 4.500 tahun.
Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul Ari Kristian mengatakan sudah ada proses ekskavasi terkait dengan keberadaan situs Song Tritis. Penelitian dilakukan dengan menggali sedalam lima meter oleh tim ahli.
Hasilnya ditemukan indikasi bahwa lokasi ini tempat tinggal manusia prasejarah dari zaman batu muda. “Lokasinya tidak jauh dari Gua Braholo karena masih satu kalurahan. Tapi, kajian sementara, situs Song Tritis memiliki peradaban yang lebih muda ketimbang yang ada di Gua Braholo,” kata Ari, Senin (14/8/2022).
Dia menjelaskan banyak artefak yang ditemukan dalam penggalian ini. Salah satunya kerangka manusia yang dikuburkan di sini.
Hasil dari pengujian dengan tes karbon danting diketahui kerangka ini memiliki usia sekitar 2.000 sampai 4.500 tahun yang lalu. “Selain kerangka dan fragmen gigi ada juga gerabah dan cangkang siput,” katanya.
Menurut dia, TACB telah melakukan kajian terkait dengan situs ini. Hasilnya akan ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya di Bumi Handayani. “Di Gunungkidul banyak lokasi seperti ini. Sekarang sedang ada kajian di Song Bentar di Kalurahan Kenteng, Ponjong,” katanya.
Pemerhati sejarah di Gunungkidul Markus Yuwono mengatakan Gunungkidul memiliki peradaban yang lebih tua dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi DIY. Dari sisi peninggalan juga lebih lengkap karena dari mulai prasejarah hingga kemerdekaan tersebar di berbagai wilayah di Gunungkidul.
BACA JUGA: Pemuda Ini Ungkap Alasannya Buka Wisata di Area Terpencil Gunungkidul
Ia mencontohkan di sepanjang aliran Kali Oya pernah ditemukan fosil binatang purba. Selain itu, tak jauh dari lokasi ada situs Sokoliman yang menyimpan berbagai peninggalan mulai dari menhir hingga peti kubur batu.
“Zaman Hindu-Budha juga dibuktikan dengan adanya bangunan candi. Peninggalan masa Islam ditemukan di sekitar situs Ki Ageng Giring di Paliyan,” kata alumnus Ilmu Sejarah di Universitas Sanata Dharma ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Teaser Empat Musim Pertiwi menampilkan kepulangan Pertiwi yang penuh misteri. Film Putri Marino tayang di bioskop 8 Oktober 2026.
Lionel Messi terancam sanksi MLS setelah terlibat insiden dengan Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami kontra Philadelphia Union.
Galaxy S26 FE dijadwalkan hadir 27 Agustus 2026. Simak bocoran layar, chipset, kamera, RAM, penyimpanan, dan baterainya.
Kenali 15 tanda rambut dan kulit kepala sudah perlu keramas, mulai dari berminyak, lepek, ketombe hingga penumpukan produk.
Harga pangan nasional Jumat 21 Agustus 2026 mencatat cabai rawit merah Rp69.200 per kg dan telur ayam ras Rp29.250 per kg