4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL — Seorang warga Karang Semut Trimulyo, Jetis, Bantul bernama Triman, 43, menjadi korban penipuan berkedok investasi. Akibatnya, dia mengalami kerugian hingga Rp850 juta.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan penipuan itu terjadi pada 19 April 2022, sekitar pukul 20.00 WIB di salah satu kafe yang berada di Sabdodadi, Kalurahan Bantul.
Ketika itu, oleh pelaku yang berinisial MFI, korban diiming-imingi investasi yang bisa menghasilkan keuntungan sebesar Rp25% per minggunya.
BACA JUGA: Pengelola Wisata Jip Mangunan Keluhkan Harga BBM Naik
Lantaran tertarik, korban pun mengiyakan tawaran pelaku. Sejak itu, korban pun mentransfer sejumlah dana sebanyak 17 kali ke rekening pelaku. Selain itu, korban pun sempat memberikan sejumlah uang tunai kepada pelaku sebanyak empat kali.
Akan tetapi, lima bulan berselang, keuntungan yang dijanjikan pelaku tak kunjung dirasakan oleh pelaku. "Merasa ada yang janggal, korban lantas melapor ke kami," kata Jeffry.
Setelah menerima laporan korban, kata Iptu Jeffry, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan investasi bodong tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.