Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Massa Aliasi Rakyat Gunungkidul membawa keranda di Alun-Alun Wonosari sebagai bentuk protes rencana pembangunan Patung Tobong Gamping di Bundaran Siyono, Selasa (27/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Gunungkidul menggelar demonstrasi menolak pembangunan Patung Tobong Gamping di Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen. Selain berjalan kaki dari Pasar Pring menuju Alun-Alun Wonosari, massa juga membawa keranda sebagai bentuk protes.
Koordinator aksi Ervan Bambang Dermanto mengatakan aksi jalan membawa keranda merupakan bentuk protes atas kengototan Pemkab Gunungkidul membangun Patung Tobong Gamping. Rencananya patung ini akan menggantikan Patung Kendang di Bundaran Siyono.
“Kami minta pemkab tidak mengganti Patung Kendang dengan Tobong Gamping,” kata Ervan kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).
Dia menjelaskan massa berdemonstrasi karena aspirasi yang disampaikan melalui DPRD tak digubris oleh pemkab. Hal ini terlihat dari rencana penataan kota yang tetap mempertahankan pembangunan miniatur Tobong Gamping.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi lewat cara yang etis, namun tetap tidak didengarkan sehingga terpaksa turun ke jalan,” katanya.
Ervan berpendapat Patung Kendang sudah pas karena membentuk sumbu filosofis mulai dari Jalan Manthous, Patung Kendang di Bundaran Siyono hingga Taman Budaya Gunungkidul. Adapun Tobong Gamping malah akan mencoreng citra Gunungkidul yang saat ini sudah terbangun dengan baik.
Menurut dia, ikon ini sangat berkaitan dengan eksploitasi sumber alam berupa tambang batu kapur. “Kami juga membawa keranda lengkap dengan taburan sebagai simbol protes. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa didengar,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti mengatakan sudah memberikan rekomendasi terkait dengan pembangunan Patung Tobong Gamping. Seluruh anggota dewan sepakat menolak ide ini.
BACA JUGA: Ratusan Pohon Bakal Ditebang untuk Penataan Kota Wonosari Bernilai Rp7 Miliar
“Rekomendasi diberikan pada April 2022, namun tidak ditanggapi,” kata Endah.
Menurut dia, Tobong Gamping tidak memiliki nilai filosofis dan kehadiran monumen baru dinilai tak efektif. “Kami dengan tegas menolak dan proses penolakan ini juga memperhatikan aspirasi dari masyarakat,” katanya.
Endah memastikan DPRD Gunungkidul tidak akan ikut campur terkait dengan dampak yang bisa ditimbulkan berkaitan dengan rencana pemkab membangun Patung Tobong Gamping. “Kami tidak dilibatkan dalam perencaan untuk pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.