Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Sajian kuliner olahan hasil laut menjadi primadona bagi wisatawan yang sedang singgah di sepanjang pantai di Gunungkidul. / Harian Jogja - Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Libur akhir pekan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi menyebabkan kawasan wisata di Gunungkidul diserbu pengunjung. Adapun kunjungan dalam sehari mencapai 17.390 orang.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Sabtu (8/10/2022) berdampak pada tingkat kunjungan. Pasalnya, jumlah kunjungan meningkat tiga kali lipat dibandingkan pada hari libur biasa.
Sebagai contoh, pada Sabtu (1/10/2022) kunjungan hanya 5.946 orang dalam sehari. Namun pada Sabtu kemarin (bertepatan libuar Maulid Nabi) kunjungannya mencapai 17.390 orang.
“Untuk sebaran, wisata pantai masih mendominasi,” kata Aldian, Minggu (9/10/2022).
Menurut dia, adanya peningkatan ini sangat membantu dalam upaya mencapai target kunjungan wisata sebanyak 3,7 juta orang di 2022. “Kami masih terus berusaha mencapai target ini. Baik untuk kunjungan maupun pendapatan dari sektor retribusi wisata,” kata mantan Kepala Bagian Organisasi, Sekretariat Daerah Gunungkidul ini.
Disinggung mengenai dampak dari kenaikan BBM, Aldian tidak menampik bahwa kebijakan tersebut akan berdampak terhadap sektor kepariwisataan. Meski demikian, ia menilai hingga sekarang dampaknya belum terlihat signifikan karena penurunan tidak terlalu banyak.
BACA JUGA: Oknum Mahasiswa HI UGM Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Hal ini terlihat dari perbandingan kunjungan wisata antara 24 September dengan 1 Oktober 2022.
“Pasti akan ada dampaknya. Tapi, untuk sekarang masih belum begitu terlihat. Gambarannya pada 24 September kunjungannya ada 6.201 orang sedangkan pada 1 Oktober sebanyak 5.946,” katanya.
Kenaikan tingkat kunjungan wisataa saat libur Maulid Nabi dibenarkan oleh Kapolsek Tanjungsari, AKP Wawan Anggoro. Menurut dia, peningkatan kunjungan berdampak terhadap arus kendaraan di kawasan pantai.
Menurut dia, terjadi kepadatan arus karena adanya persimpangan bus-bus pariwisata. “Memang kunjungan wisata pada Sabtu naik sangat signifikan dibandingkan dengan hari biasa,” katanya.
Wawan mengungkapkan membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan wisata. “Sampai pukul 20.00 WIB untuk mengatur arus lalu lintas dan baru bisa landai. Kalau biasanya, sore hari itu sudah mulai normal, tapi karena ada lonjakan maka pengaturannya lebih lama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat