Tiga Raperda Inisiatif DPRD Gunungkidul Masuk Tahap Pembahasan
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Ilustrasi./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus memantau tanaman pangan yang ditanam petani di musim tanam pertama. Adapun hasilnya, tidak ada masalah karena tanamannya dapat tumbuh dengan subur.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan upaya pengawasan dan pendampingan terus dilakukan. Langkah ini sebagai sarana mengoptimalkan hasil produktivitas pertanian di masyarakat.
Meski belum bisa menyebutkan secara pasti jumlah luas tanam di awal musim hujan ini, dia mengakui bahwa hasil pengamatan lapangan tidak ada masalah. Pasalnya, tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan subur. “Wilayah selatan dapat 100 persen tumbuh [tanaman]. Hal yang sama juga terlihat di sektor utara karena tidak ada yang mati,” katanya, Senin (7/11/2022).
Raharjo berharap dengan awal yang baik ini, maka hasil panen nantinya bisa lebih optimal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa untuk memaksimalkan hasil harus didukung dengan perawatan dan pemeliharaan secara berkala. “Tidak boleh dibiarkan karena harus tetap dirawat agar tanaman bisa tumbuh dengan subur,” katanya.
BACA JUGA: Pemuda asal Sleman yang Ditelan Ombak Jungwok Ditemukan Tak Bernyawa
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi menambahkan petani diminta waspada karena potensi serangan hama di awal masa tanam, salah satunya hama tikus. Dia mengungkapkan, cara antisipasi dapat dilakukan dengan pemantauan secara berkala sejak dari penanaman.
“Deteksi dini sangat penting agar serangan tidak meluas dan bisa segera diatasi secepat mungkin pada saat ada serangan,” katanya.
Disinggung soal tingkat serangan selama ini, Rismiyadi mengakui ada wilayah yang diserang tikus. Hanya saja, dia mengklaim tingkat serangan masih dibatas toleransi karena dampaknya tidak sampai mengakibatkan kegagalan panen. “Potensi tetap ada di setiap wilayah. Untuk itu harus ada upaya antisipasi dengan pemantauan hama tanaman sejak mulai penanaman,” katanya.
Menurut dia, upaya penangulangan hama tikus tidak hanya dilakukan dengan pemantauan yang ditindaklanjuti dengan pembasmian hama. Namun demikian, sambung Rismiyadi, juga ada upaya pelepasliaran burung hantu jenis Tyto alba yang menjadi musuh alami dari tikus.
“Tahun ini yang dilepaskan sebanyak 15 ekor di Kalurahan Banaran. Rencananya tahun depan ada tambahan burung hantu yang dilepasliarkan di area persawahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Samir Nasri ditahan polisi Prancis 10 jam terkait kasus pencucian uang jaringan narkoba "Wild Boar". Eks Arsenal & Man City dibebaskan tanpa dakwaan. Polisi sel
Toyota masih terlaris Juni 2026 (22.809 unit wholesales). BYD dan Jaecoo tembus 10 besar. Honda turun ke peringkat 9. Penjualan naik 32,9%.
Kaspersky mengungkap lebih dari 140 juta upaya phishing diblokir pada kuartal pertama 2026. Ancaman penipuan berbasis AI kini semakin sulit dideteksi.
Jumlah penumpang Trans Jogja Trayek 13 meningkat hampir 20 persen setelah rute diperpanjang hingga Stadion TGP Margoluwih, Seyegan, Sleman.
Klaster pendidikan menjadi salah satu penilaian dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026. Melalui klaster ini, JBBA menegaskan