Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Angka kriminalitas di Gunungkidul mengalami peningkatan sepanjang 2022. Diduga peningkatan terjadi akibat makin longgarnya aktivitas di masyarakat.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, sepanjang 2022 mencatat ada 307 kejadian tindak pidana kejahatan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan catatan di 2021 yang hanya sebanyak 198 kasus.
“Ada tren peningkatan kasus kriminalitas di tahun ini,” kata Edy pada saat jumpa pers yang berlangsung Jumat (30/12/2022).
Menurut dia, adanya peningkatan kasus terjadi karena adanya kelonggaran dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Dampaknya aktivitas masyarakat menjadi semakin leluasa sehingga angka kriminalitas juga ikut meningkat.
“Tahun lalu PPKM masih ketat sehingga kegiatan masyarakat banyak yang berkurang, tapi sekarang lebih bebas sehingga berpengaruh terhadap ketertiban dan kriminalitas,” ungkapnya.
Baca juga: Jumlah Wisatawan ke Bantul sejak Natal Meroket 3 Kali Lipat, Parangtritis Masih Jadi Idola
Edy menjelaskan, ada 48 jenis tindak kejahatan yang tercatat. Kriminalitas terbanyak dalah penipuan sebanyak 77 kasus. Adapun berikutnya pencurian pemberatan 40 kasus, pencurian biasa 34 kasus, pencurian kendaraan bermotor 30 kasus, dan penggelapan ada 21 kasus.
“Sisanya ada pemerkosaan, pembunuhan, kekerasan anak, perjudian, penggelapan dalam jabatan hingga Undang-Undang tentang Informas dan Transaksi Elektronik [ITE],” ungkapnya.
Meski ada kenaikan kasus, Edy mengakui, upaya penyelesaikan juga mengalami peningkatan. Sebagai contoh di 2021, penyelesaikan hanya 171 kasus, sedangkan tahun ini bisa mencapai 264 kasus.
“Penyelesaian kasus ada peningkatan sebanyak 54% dibandingkan yang terjadi di 2021,” katanya.
Berdasarkan angka catatan kriminalitas di Gunungkidul, wilayah Kapolsek Playen menjadi yang terawan karena sepanjang 2022 terdapat 23 kasus kriminalitas. Sedangkan wilayah teraman berada di Polsek Girisubo yang tidak ada laporan kasus sama sekali.
“Secara umum situasinya masih kondusif,” imbuh Edy.
Kerawanan kriminalitas dan laka ini juga jadi perhatian selama libur Natal dan Tahun Baru. Ratusan personel pun diterjunkan untuk memastikan keamanannya.
Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto mengatakan salah satu titik rawan adalah sepanjang Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Kawasan ini rawan terjadi laka, pencopetan, hingga pencurian.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada saat melewati kawasan rawan sehingga tidak menjadi korban kejahatan,” katanya.
Suryanto mengungkapkan untuk patroli keamanan yang melibatkan seluruh polsek terus dilakukan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dengan menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di setiap wilayah.
“Patroli dilaksanakan setiap polsek yang pelaksanaannya hingga dini hari. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang dilakukan, maka situasi kamtibmas tetap terkendali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kalimantan Timur menjadi juara umum MTQ Nasional XXXI di Semarang. MTQ Nasional XXXII 2027 selanjutnya digelar di Jakarta.
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Wagub DIY Paku Alam X mendorong pencegahan kekerasan seksual menjadi bagian dari pembinaan dan perlindungan atlet di lingkungan olahraga.
Kemajuan teknologi dan kolaborasi multidisiplin mendorong pengembangan layanan saraf dan bedah saraf di Indonesia.
KHL kembali dibahas dalam formula upah minimum 2027. Pemerintah, buruh, dan pengusaha memiliki pendekatan berbeda soal pengupahan.