MI YAPPI Natah Gunungkidul Dibakar, Polisi Temukan Botol Berisi Solar
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
Sejumlah pengunjung saat berfoto di lokasi Jembatan Rowari yang membentang di JJLS di Kalurahan Tepus, Tepus. Foto diambil Jumat (6/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Kendati belum diresmikan, Jembatan Rowari di Kalurahan Tepus, Tepus di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul sudah banyak dikunjungi masyarakat. Jembatan ini menjadi tempat menongkrong dan berfoto baru bagi pengunjung. Tak kurang dari 200 pengunjung setiap harinya menghabiskan waktu di tempat ini.
Lurah Tepus, Hendro Pratopo mengatakan pembangunan JJLS di wilayahnya diharapkan dapat berdampak pada peningkatan roda perekonomian.
Untuk pembangunan di wilayahnya sudah banyak selesai karena prosesnya tinggal menyelesaikan di sisi timur antara Purwodadi di Kapanewon Tepus hingga Nglindur di Kapanewon Girisubo. “Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai semua,” kata Topo, sapaan akrabnya saat dihubungi, Minggu (8/1/2023).
BACA JUGA: Akhirnya, Jembatan Kretek 2 di Bantul Selesai 100%
Dia menjelaskan, JJLS khususnya di Kalurahan Tepus ada satu tempat yang sangat ikonik, yakni di Jembatan Rowari. Jembatan ini merupakan satu-satunya yang ada di Kapanewon Tepus dan sekitarnya.
Berbeda dengan dengan lain, Jembatan Rowari di bawahnya tidak ada sungai. Pembangunan dilakukan untuk menghubungkan dua perbukitan yang dilalui JJLS.
“Dari sini bisa melihat laut. Sedangkan di sisi baratnya ada bukit yang dibelah untuk JJLS sehingga pemandangan di sekitar lokasi jadi semakin indah,” katanya.
Meski belum secara resmi dibuka, Topo mengakui sudah banyak orang yang datang ke jembatan ini. tak kurang seharinya ada sekitar 200 orang yang berkunjung.
Keramaian ini semakin terlihat karena banyak pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. Dia menyakini pada saat dibuka akan lebih ramai lagi karena keberadaan jembatan sangat ikonik.
“Kalau tidak hujan bisa lebih ramai lagi. Mau jajan juga tinggal pilih karena ada pedagang keliling yang mangkal di dekat jembatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto. Menurut dia, pengunjung yang datang masih didominasi warga lokal, tapi ke depannya semakin ramai karena lokasinya sangat indah sehingga menarik minat wisatawan dari luar daerah.
“Istilahnya Instagramable. Jadi cocok untuk swafoto dan lain sebagainya. Untuk ramainya sejak akhir 2022 sudah mulai banyak yang datang ke sini,” katanya.
Meski demikian, Jarwanto mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap berhati-hati. Salah satunya imbauan agar tidak berfoto di atas pagar jembatan. “Foto-foto boleh, tetapi harus jaga keselamatan dan tidak di area yang berbahaya,” katanya.
Adanya keramaian di Jembatan Rowari, Jarwanto mengaku terus melakukan patroli keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hingga sekarang, ia mengklaim kondisi masih berjalan dengan baik karena tidak ada kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan keresahan. “Patroli terus dilaksanakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
adwal KRL Jogja-Solo Sabtu 22 Agustus 2026 tersedia sejak pagi hingga tengah malam. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Paus Leo memperingatkan AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan dan meminta pemimpin politik memastikan teknologi melayani kepentingan bersama.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.