Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Peserta Geoheritage Cross Country 2022 menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Ireng di Kalurahan Pengkol, Patuk. Sabtu (27/3/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan Gunungkidul pada 2023 difokuskan di zona utara. Total alokasi anggaran yang disedikan sebesar Rp23,1 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan 2023 menjadi tahun infrastruktur. Selain kelanjutan penataan kawasan kota tahap kedua, ada juga pembangunan lainnya.
Menurut dia, pembangunan akan difokuskan di sisi utara yang meliputi Kecamatan Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, Semin hingga Ponjong. Total pembangunan sektor utara ini menghabiskan anggaran Rp23,1 miliar.
“Sudah dialokasikan dalam APBD 2023,” kata Irawan keapda wartawan, Senin (9/1/2023).
BACA JUGA: Tak Kalah dengan Tol, JJLS Gunungkidul Dilengkapi Rest Area 7.500 Meter Persegi
Dia menjelaskan pembangunan ini diprioritaskan untuk perbaikan jalan. Anggaran Rp23,1 miliar dipergunakan perbaikan di 20 ruas.
“Paling besar ada tiga meliputi Tawang-Seru, Kalipentung-Nglanggeran, dan Sambipitu-Tawang yang nilainya lebih dari Rp14 miliar,” kata Irawan.
Selain itu, ada juga kelanjutan pembangunan jalan di kawasan industri Semin. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp1,5 miliar.
“Untuk 16 ruas lainnya masing-masing di bawah Rp800 juta,” katanya.
Dia menjelaskan pembangunan di sektor utara tidak hanya meningkatkan infrastruktur tetapi juga menambah kunjungan wisatawan, pengurangan kemiskinan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehinga ketimpangan wilayah dapat dikurangi.
“Sektor utara terus digenjot pertumbuhannya,” kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Menurut dia, masih ada ketimbangan dalam sektor pembangunan.
Oleh karenanya, ada upaya pemerataan dengan fokus pengerjaan di sisi utara Gunungkidul. “Ketimpangan ini memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi, kami terus berupaya melakukan pemerataan,” katanya.
Ia menambahkan, ketimpangan ini bisa dilihat dari tingkat kunjungan wisatawan yang masih didominasi wilayah selatan Gunungkidul. “Kalau dilihat dari potensi sebenanya di zona utara juga tidak kalah. Makanya, kami akan terus genjot perkembangannya,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.