Pemkab Bantul Berdayakan Warga Awasi Pembuangan Sampah Liar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberdayakan masyarakat untuk menjaga pihak yang nakal membuang sampah di perbatasan wilayah.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, PIYUNGAN – Kesadaran masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masih rendah. Masyarakat masih perlu diedukasi dalam mengontrol kebersihan lingkungan terutama dalam atasi Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi ini memicu adanya kasus DBD seperti halnya di Kapanewon Piyungan, Bantul/ Terbukti sudah ada dua warga Piyungan terpapar DBD di awal tahun 2023 atau dalam waktu dua pekan terakhir.
Hal tersebut diungkapkan oleh, Programmer Demam Berdarah Dengue (DBD) Puskesmas Piyungan Nur Cholifah. “Itu kami temui di pekan pertama dan pekan kedua di Bintan Kulon sama Jasem [Kalurahan Srimulyo],” kata Cholifah pada Senin (16/1/2023).
BACA JUGA : Ngeri! Ada 150 Kasus DBD dan 2 Orang Meninggal di Jogja
Cholifah menyampaikan jentik-jentik banyak ditemukan di luar rumah. Sejumlah wadah di luar rumah yang terdapat cekungan yang didiamkan menurutnya menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti. Hal tersebut salah satunya juga diakibatkan oleh kelalaian masyarakat yang kurang mengontrol lingkungannya.
Pada beberapa rumah memang tidak ditemukan jentik di kamar mandinya, akan tetapi saat di luar rumah banyak ditemukan. Karena ada beberapa tempat yang berpotensi menjadi penampungan air dan menyebabkan banyak jentik.
Menurutnya, untuk yang di wilayah Bintaran Kulon tersebut merupakan rangkaian dari kasus sebelumnya. “Kalau yang di Bintaran Kulon itu masyarakatnya memang padat sehingga memudahkan persebaran DBD,” ujar Cholifah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Piyungan mengalami fluktuasi kasus. Pada tahun 2020 (154 kasus), tahun 2021 (34 kasus), dan tahun 2022 (84 kasus).
BACA JUGA : Kasus DBD di Kota Jogja Melonjak Drastis, Ini Datanya
Beberapa program telah dilakukan Puskesmas Piyungan dalam menanggulangi Demam Berdarah seperti Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dengan harapan masyarakat dapat mengecek kondisi kesehatan dan lingkunganya yang berpotensi DBD sehingga tidak bergantung lagi kepada kader puskesmas untuk melakukan cek kondisi DBD yang menjangkit.
Selain itu Puskesmas Piyungan juga tengah menjalankan Program Pemerintah Bantul bernama WoW Mantul. “Kami ada Program WoW Mantul, program yang digagas Pemerintah Bantul bekerja sama dengan World Mosquito Program yang setiap warga nanti dititipi ber nyamuk dalam radius 75 meter,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberdayakan masyarakat untuk menjaga pihak yang nakal membuang sampah di perbatasan wilayah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.