Kustomfest 2026 Gelar Charity Riding untuk Korban Kebakaran Hutan
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Petugas DLH Kota Jogja mulai mengangkut sampah ke truk pada Rabu (22/12/2020). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menargetkan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani, di Kapanewon Kalasan selesai Oktober 2023.
Rencananya, TPST Tamanmartani yang mampu mengolah 80 ton sampah per hari ini bisa mulai operasi pada November 2023 mendatang.
BACA JUGA: TPST Tamanmartani akan Pakai Teknologi Pengelolaan dari Jerman
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan hanya ada satu TPST yang dibangun tahun ini. Saat ini, proses menyiapkan izin karena menggunakan tanah kas desa dan menyiapkan dokumen lingkungan.
"DED [Detail Engineering Design] sudah. Ini tidak hanya DLH yang membangun, kami dibantu PU. PU kan sekarang sedang membuat pagarnya, kemudian mungkin talud, kemudian akses jalannya ke sana dan perataan lahan," katanya dihubungi, Kamis (2/2/2023).
Ia mengharapkan pengerjaan yang dilakukan PU selesai pada bulan April. Selanjutnya DLH akan melanjutkan tugas pembangunan TPST Tamanmartani.
"Mungkin Oktober akhir [rampung], November baru operasional. Harapannya per hari bisa kelola sampah 80 ton. Kami buang sampah ke TPA Piyungan kan 330 ton per hari. Anggarannya mungkin sekitar Rp15 miliar, itu yang APBD saja ya," lanjutnya.
Lebih lanjut, Epiphana mengatakan DLH juga sedang proses penjajakan kerja sama dengan pihak swasta. Namun rinciannya belum bisa disampaikan.
Melalui kerja sama dengan swasta, nantinya diharapkan bisa mengolah sampah sekitar 200 ton. Sehingga hampir semua sampah yang diproduksi Sleman bisa diolah sendiri.
"Harapannya iya [sampah Sleman bisa diolah sendiri]. Kami sedang jajaki dengan swasta."
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan upaya pengurangan sampah di Sleman sudah dilakukan dengan gerakan pilah sampah rumah tangga dengan kerjasama lurah setempat.
"Kami sudah gerakan pemilahan sampah rumah tangga. Plastik ini kan banyak dibuang tapi belum dipilah. Jadi kami pemilahan rumah tangga dulu," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.