Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta berfoto bersama dengan warga di dekat gunungan apem dalam Tradisi Apem Contong di Balai Kalurahan Sodo, Paliyan. Kamis (2/2/2023)/ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Sodo, Paliyan menggelar tradisi apeman sebagai wujud syukur atas panen jagung di wilayahnya, Kamis (2/2/2022) malam. Tradisi Apem Contong ini sudah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung hingga sekarang.
BACA JUGA: Ada Lomba Foto di Festival Apeman Malioboro
Pelaksanaan tradisi ini terhitung unik karena bentuk apem berbeda dengan lainnya. Biasanya apem yang dibuat bentuknya bundar, tapi tradisi di Sodo berbeda. Apem yang dibuat berbentuk kerucut yang dibungkus menggunakan daun. Warga sekitar menyebutnya dengan sebutan apem contong.
Apem-apem yang dibuat menggunakan adonan dari tepung jagung setelah matang kemudian ditata dengan membentuk gunungan. Tradisi syukuran ini diawali kirab gunungan apem contong menuju balai kalurahan.
Prosesi dilanjutkan dengan acara doa bersama, selanjutnya dilakukan pembagian apem contong kepada warga menghadiri acara ini. Lurah Sodo, Sunaryo mengatakan, acara tradisi apem contong berjalan meriah, meski hujan mengguyur sejak sore.
“Warga tetap hadir dan mengikuti sampai acara berakhir,” kata Sunaryo kepada wartawan, Kamis (2/2/2023) malam.
Menurut dia, tradisi ini sudah berlangsung secara turun menurun dari para leluhur. Asal usul pelaksaan berkaitan dengan Kerajaan Mataram dan Ki Ageng Giri III.
Berdasarkan cerita tentang kebiasaan berpuasa yang menggunakan apem contong untuk berbuka. Tradisi ini terus dilestarikan hingga sekarang, tapi pelaksanaannya dilakukan setiap habis panen jagung yang menjadi bahan pembuatan apem.
“Digelar antara Februari hingga Maret. Pelaksanakannya pada Kamis hingga Jumat,” kata Sunaryo.
Menurut dia, pelasanaan tradisi apeman ini tidak hanya untuk melestarikan adat istiadat yang berkembang. Namun demikian, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT yang memberikan limpahan rahmat sehingga panen dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, juga untuk mempererat tali silahturahmi antar warga. “Jadi saat ini banyak warga Sodo yang membuat apem contong. Tidak hanya dimakan sendiri, tapi juga dibagikan ke saudara atau orang lain,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi pelaksanaan tradisi apeman yang diselenggarakan warga Sodo. Menurut dia, tradisi ini harus dijaga sehingga bisa terus lestari tak lekang oleh zaman.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melesatarikannya sehingga keberadaannya harus dijaga dari waktu ke waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari penerima MBG. Sekolah internasional dan yang dinilai mampu menjadi bagian dari sasaran.
Film Verity menghadirkan misteri psikologis tentang ghostwriter yang menemukan naskah rahasia milik novelis terkenal yang mengalami kecelakaan.
SM Entertainment mengambil langkah hukum terhadap konten AI ilegal yang menargetkan Yoona serta unggahan jahat yang menyerang Winter aespa.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.