Kasus DBD Sleman Menurun hingga Oktober 2026, Warga Diminta Tetap Waspada
Kasus DBD Sleman turun menjadi 109 hingga Oktober 2026. Dinkes mengingatkan warga rutin melakukan 3M Plus saat musim hujan.
Mario Dandy melanggar aturan, dengan membawa mobil Rubiconnya masuk sabana Bromo. - Twitter
Harianjogja.com, JOGJA—Mario Dandy Satrio, anak eks pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun yang belakangan disorot karena kasus penganiayaan dan gaya hidup mewah menghabiskan sebagian masa remajanya di Jogja.
Mario Dandy mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama di SMP Pangudi Luhur 1 Jogja. Warga di tempatnya bersekolah waktu SMP menceritakan bagaimana sosok Dandy yang sering pamer kendaraan mewah Jeep Rubicon tersebut.
Dalam kesehariannya saat duduk dibangku sekolah menengah pertama di Jogja, Dandy sapaannya, kerap berutang pada pedagang kantin.
Sumijah, salah satu pedagang kantin SMP Pangudi Luhur I mengatakan Dandy kerap utang di tempatnya. “Dari kelas satu sampai dia kelas tiga, dia jarang bawa uang, cuma utang-utang tapi bayarnya agak lama,” katanya, Senin (27/2/2023).
BACA JUGA: Setelah Ayah Mario Dandy, Kini Giliran Pegawai Bea Cukai Trending di Twitter, Nama Jogja Terseret
Selama duduk di bangku sekolah menengah pertama, menurut Sumijah, Dandy tak pernah membawa bekal. Di sekolah, Dandy pun sering membeli makanan berat dan beberapa snack. “Dia asal ambil aja, apa yang dia ambil saya tulis,” katanya.
Dia mengatakan sekali makan, Dandy dapat menghabiskan sekitar Rp20.000-25.000. Dalam sepekan, menurut Sumijah, Dandy dapat menghabiskan sekitar Rp150.000. Artinya dalam sebulan, Dandy bisa menghabiskan uang jajan Rp600.000.
Utang tersebut pun akan dilunasi seketika, namun Sumijah harus menagih padanya. “Musti dikejar-kejar, kalau enggak dikejar, enggak dikasih,” katanya.
BACA JUGA: Mario Dandy Satriyo Lulusan SMP di Jogja, Begini Kesaksian Para Guru tentang Perilakunya
Sumijah menyampaikan dulu Dandy kerap diantar ke sekolah oleh sopir. “Waku diantar sopirnya terus saya bilang lah gene kowe duwe asisten [lah ternyata punya asisten]. Terus dia bilang asisten saya enggak bawa uang,” katanya.
Dia menyampaikan selama bersekolah Dandy termasuk anak yang tidak banyak berbaur dengan teman lainnya. “Dia menyendiri. Biasanya sama temannya cuma satu dua orang,” katanya.
BACA JUGA: Netizen Muak Lihat Mario Dandy Bawa Rubicon Masuk Sabana Bromo
Tahun 2019 saat menjelang perpisahan SMP, Sumijah mengingat Dandy pernah berpamitan padanya untuk melanjutkan sekolah ke salah satu sekolah menengah atas berasrama di Magelang. Namun setelah lulus SMP, Sumijah tak pernah mendengar kabarnya lagi. “Setelah lulus dari SMP sama sekali enggak pernah ke sini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Sleman turun menjadi 109 hingga Oktober 2026. Dinkes mengingatkan warga rutin melakukan 3M Plus saat musim hujan.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.