Penerima Bansos Beras Gunungkidul Bertambah 35.000 Keluarga
Bansos beras Gunungkidul naik menjadi 162.274 keluarga penerima manfaat. Penyaluran dimulai 18 Agustus dan ditarget selesai 18 September 2026.
Gua Braholo./Istimewa-kebudayaan.kemdikbud.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Situs Cagar Budaya Nasional Gua Braholo terletak di Kalurahan Semugih, Rongkop, Gunungkidul memiliki banyak peninggalan prasejarah. Sayangnya, hingga kini, banyak koleksi prasejarah di situs ini yang tersimpan di luar daerah.
Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Gunungkidul, Ari Kristiawan mengatakan situs Gua Braholo memiliki koleksi dan artefak yang lengkap mulai dari zaman prasejarah hingga masa Hindu-Buddha. Hasil penanggalan menggunakan radio carbon diketahui ada peninggalan yang berusia sekitar 33.000 tahun lalu.
Menurut dia, koleksi yang ada mulai dari kerangka manusia, tembikar, sisa bijian, sisa fauna, sisa industri batu hingga cangkang kerang. “Periode klasik Hindu-Buddha juga ada,” kata Ari, Selasa (28/2/2023).
BACA JUGA: Situs Gua Braholo Bakal Dibeli Pemkab Gunungkidul, Rp3 Miliar Disiapkan
Meski ada banyak koleksi, tapi banyak yang tersimpan di luar daerah. Dia mencontohkan, untuk kerangka manusia purba ada yang disimpan di Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.
Selain itu ada juga koleksi yang tersimpan di Museum Punung di Pacitan, Jawa Timur. Beberap koleksi yang disimpan di antaranya kerangka tulang manusia, alat-alat berburu dan meramu yang terbuat dari tulang hingga alat dari batu lainnya.
“Sebagian besar tersimpan di Museum Punung Pacitan. Tapi, ada juga yang tersimpan di BPCB Yogyakarta untuk peninggalan megalitikum dan benda-benda purbakala lainnya,” kata Ari.
Disinggung mengenai koleksi pasti yang tersimpan di luar daerah, Ari mengaku tidak tahu. Ia berdalih data pasti berada di BPCB. “Yang tahu BPCB Yogyakarta karena yang mendata,” katanya.
Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda Bidang Warisan Budaya, Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Budi Sulistiyo mengatakan, Goa Braholo sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional. Meski demikian, kondisinya dinilai kurang terawat sehingga ada upaya pembebasan lahan untuk pengembangan yang lebih baik.
“Masih milik tanah pribadi. Rencananya tahun ini dibebaskan,” kata Agus.
Menurut dia, sejumlah temuan di Goa Braholo saat ini tersimpan di sejumlah lokasi termasuk di museum Punung, Pacitan, Jawa Timur; dan Sangiran, Jawa Tengah. Rencananya setelah dimiliki pemkab dibangun museum di sekitar lokasi. “Harapannya setelah jadi, nantinya semua peninggalan bisa dibawa kembali ke Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos beras Gunungkidul naik menjadi 162.274 keluarga penerima manfaat. Penyaluran dimulai 18 Agustus dan ditarget selesai 18 September 2026.
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Kulonprogo membangun irigasi perpipaan gravitasi senilai Rp485 juta untuk mengatasi krisis air sawah padi di wilayah perbukitan.
DPR menilai penindakan TPPO modus pengantin pesanan penting untuk melindungi korban dan mencegah eksploitasi serta kekerasan.
DPRD Sleman berharap investasi kereta gantung Prambanan Rp200 miliar menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan UMK masyarakat.