Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Sejumlah petugas sedang melakukan proses perbaikan timbangan dalam sidang tera ulang yang dilaksanakan UPT Kemetrologian Bantul di Pasar Piyungan. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan Gunungkidul rutin melaksanakan tera ulang timbangan milik pedagang pasar. Langkah ini untuk memastikan alat ukur yang dimiliki berfungsi dengan normal.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, teral ulang merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap bulan. Adapun sasarannya untuk mengecek timbangan milik para pedagang.
Selain itu, tera juga menyasar takaran bahan bakar minyak di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Menurut dia, tujuan pengecekan timbangan guna memastikan akurasi sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dalam proses jual beli.
BACA JUGA : Kesadaran Pengusaha Bantul untuk Tera Ulang Timbangan
“Akurasi timbangan pedagang ini sangat penting. Karena itu, tera ulang dilakukan secara berkala,” katanya.
Menurut Kelik, tera dilakukan dengan memeriksa alat ukur yang pas. Pada saat ada yang rusak, maka ada proses perbaikan sehingga tingkat akurasi bisa tetap terjaga.
“Setelah dicek dan berfungsi dengan baik maka akan dilakukan pemberian stempel di masing-masing timbangan,” ungkapnya.
Kelik menambahkan, pengecekan ulang terhadap timbangan tidak hanya untuk memastikan fungsi alat beroperasi dengan baik. Namun, sambung dia, juga sebagai sarana menjaga kepercayaan bagi para konsumen.
“Ini juga sebagai salah satu cara menumbuhkan kesadaran bagi pelaku usaha mengenai pentingnya sikap jujur dan bertanggungjawab dalam berusaha,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.
baca juga : Pastikan Ketepatan Alat Ukur, Layanan Ini Diluncurkan
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mendukung langkah Dinas Perdagangan untuk melaksanakan program tera ulang terhadap satuan ukur yang ada di pasaran. Menurut dia, kegiatan ini sebagai bentuk perlindungan konsumen agar tidak dirugikan dalam aktivitas jual beli.
Baginya pengecekan ini sangat penting agar tingkat akurasi tetap terjaga. “Dalam uji tera akan diketahui kepastian jumlah satuan berat mulai dari kilogram dan liter yang digunakan. Jadi harus dicek secara berkala,” kata Suharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.