Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pelajar asal pengasih, Kabupaten Kulonprogo berinisial NKZ menjadi korban pengeroyokan oleh teman sekelasnya. Kejadian tersebut menyebabkan kepala NKZ sobek, sehingga harus dijahit.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan kejadian berawal ketika korban dan pelaku terlibat cekcok pada pekan lalu di dalam kelas, di salah satu sekolah di Kulonprogo.
“Jadi sekitar satu minggu lalu itu, korban dengan pelaku terlibat cekcok di dalam kelas. Sebanya karena korban membuat gaduh di kelas,” kata Noviartuti dihubungi pada Senin (20/3/2023).
Pada Sabtu 18 Maret 2023 sekitar pukul 22.00 WIB, korban lalu dijemput oleh para pelaku dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu. Mereka menuju cucian mobil Hidayah Steam. Ternyata di tempat tersebut sudah ada satu orang lagi yang menunggu.
BACA JUGA: Aerotropolis Diseleraskan dengan Aerocity, Ada Stadion hingga Permukiman di Bandara YIA
Saat berada di cucian mobil tersebut, korban dipukul satu kali dengan menggunakan tangan kosong dan mengenai bagian mata kiri. NKZ lantas dipaksa naik motor. Satu motor tersebut diisi oleh empat orang dengan korban berada duduk jongkok di bagian depan pada dasbord motor.
Tidak disangka, korban justru dibawa ke konter HP Janturan. Di tempat itu korban dipukul menggunakan kunci motor menggunakan ujungnya sebanyak dua kali. Kepala bagian belakang korban pun lecet.
“Setelah dari konter HP, mereke pergi ke area sawah di Dusun Beji. Sepanjang perjalanan dari konter ke Beji pun korban dipukuli dan mengenai bagian muka,” katanya.
Ketika sampai di area sawah di Dusun Beji, korban dipukul tiga kali oleh pelaku bernama ST dan dua orang lain. Salah satu di antara mereka menggunakan gasper atau ujung sabuk untuk memukul NKZ sebanyak sepuluh kali dan menyebabkan luka sobek.
“Parahnya lagi setelah itu korban diajak berkelahi dengan taruhan uang. Apabila kalah harus membayar uang. Sambil tawar menawar harga pembayaran yang kalah duel satu lawan satu tersebut korban terus dipukuli oleh para pelaku. Setelah adanya kesepakatan tersebut kemudian korban diantar oleh pelaku dan kedua temanya tersebut,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengaku belum mengerima kabar tersebut. Tegasnya dia segera mengonfirmasi kejadian kepada sekolah-sekolah di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.