Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Para pelaku perjalanan melalui YIA, Kulonprogo, Rabu (11/5/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan aerotropolis di Kulonprogo akan diselaraskan dengan pengembangan aerocity di Bandara YIA yang dilakukan PT Angkasa Pura I. Di dalam aerocity akan ada permukiman hingga stadion.
General Manajer Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan aerotropolis dengan aerocity akan dibangun bersamaan.
“Aerocity atau airport city akan berada di kawasan bandara seluas hampir 85 hektare, sedangkan aerotropolis di luar bandara,” kata Pandu, Senin (20/3/2023).
Pandu mengatakan Gubernur DIY tidak menginginkan duplikasi pembangunan yang menyebabkan ketidakselarasan aerotropolis dengan aerocity. PT Angkasa Pura I kemudian membentuk tim untuk menyelaraskan program baik yang dibuat PT Angkasa Pura I maupun Pemda DIY.
“Jadi nanti ada kota kecil di dalam bandara yang dapat mendukung pengguna jasa dan masyarakat. Nantinya di tempat kami, di aerocity, akan dibangun hotel, residential [permukiman], theme park, cargo village, sarana pendidikan, stadion, dan lain-lain. Hal itu yang diharapkan pemerintah daerah supaya selaras dengan aerotropolis,” katanya.
BACA JUGA: Tol Jogja Solo Dibuka Mulai H-7 Lebaran, Ini Aturan Melewatinya
Anggota tim penyelaras tersebut terdiri dari Kantor Pusat PT Angkasa Pura dan anak perusahaan bernama Angkasa Pura Property yang menjadi pelaksana pembangunan di kawasan YIA. Tim tersebut sedang dalam tahap koordinasi atau brainstorming terkait dengan pengembangan aerocity.
“Belum ada eksekusi fisik. Kami masih di tahap pencocokan program kami dengan milik pemerintah daerah, karena kawasan ini akan menjadi kawasan modern nantinya. Kami sudah punya zonasi untuk cargo village, sarana pendidikan, dan lain-lain,” ucapnya.
BACA JUGA: Jepang Rampungkan Kajian Aerotropolis di Sekitar YIA Kulonprogo, Ini Rekomendasinya
Menurut dia, sudah ada rencana untuk membangun tempat pendidikan di dalam aerotropolis. Dengan demikian, semestinya tidak boleh ada sarana serupa di aerocity. Pandu mengatakan lahan di dalam kawasan Bandara YIA yang menjadi aerocity hanya sekitar 45 hektare, sisanya akan menjadi jalan dan sebagainya.
“Agriculture [pertanian] itu sudah ada di masyarakat, tetapi sifatnya tradisional dan belum dikembangkan secara modern. Nah, Pemda DIY ke depannya ingin menggunakan teknologi yang smart, dan menjadi percontohan di daerah lain. Aerotropolis ini nanti jadi percontohan di DIY sebagai kawasan yang menggunakan sentuhan teknologi modern, tanpa menghilangkan jati diri kedaerahan. Intinya seperti itu," ucap Pandu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Spanyol berpotensi mencetak rekor 100 juta wisatawan pada 2026. Di balik lonjakan turis, warga mengeluhkan kepadatan, krisis hunian, dan biaya hidup.
BIGBANG resmi menjadi duta kehormatan pertama Badan Antariksa Korea. Pesan penggemar akan dikirim ke luar angkasa melalui roket Nuri.
Kisah Muhammad Ali Taher, pengusaha Palestina yang menyerahkan seluruh hartanya untuk membantu Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.
Investasi langsung perusahaan Jerman di AS anjlok hampir dua pertiga secara tahunan menjadi hanya €4,3 miliar di semester I 2026—level terendah sejak 2023. Kebi
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi industri keuangan di DIY untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mewujudkan