Siswa SMAN 1 Sleman Pilih Streaming Film, Redakan Stres Usai Ujian
Menonton film dan serial digital menjadi cara siswa SMAN 1 Sleman mengurangi stres setelah ujian sekaligus memulihkan energi dari aktivitas belajar.
Para pelaku perjalanan melalui YIA, Kulonprogo, Rabu (11/5/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan aerotropolis di Kulonprogo akan diselaraskan dengan pengembangan aerocity di Bandara YIA yang dilakukan PT Angkasa Pura I. Di dalam aerocity akan ada permukiman hingga stadion.
General Manajer Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan aerotropolis dengan aerocity akan dibangun bersamaan.
“Aerocity atau airport city akan berada di kawasan bandara seluas hampir 85 hektare, sedangkan aerotropolis di luar bandara,” kata Pandu, Senin (20/3/2023).
Pandu mengatakan Gubernur DIY tidak menginginkan duplikasi pembangunan yang menyebabkan ketidakselarasan aerotropolis dengan aerocity. PT Angkasa Pura I kemudian membentuk tim untuk menyelaraskan program baik yang dibuat PT Angkasa Pura I maupun Pemda DIY.
“Jadi nanti ada kota kecil di dalam bandara yang dapat mendukung pengguna jasa dan masyarakat. Nantinya di tempat kami, di aerocity, akan dibangun hotel, residential [permukiman], theme park, cargo village, sarana pendidikan, stadion, dan lain-lain. Hal itu yang diharapkan pemerintah daerah supaya selaras dengan aerotropolis,” katanya.
BACA JUGA: Tol Jogja Solo Dibuka Mulai H-7 Lebaran, Ini Aturan Melewatinya
Anggota tim penyelaras tersebut terdiri dari Kantor Pusat PT Angkasa Pura dan anak perusahaan bernama Angkasa Pura Property yang menjadi pelaksana pembangunan di kawasan YIA. Tim tersebut sedang dalam tahap koordinasi atau brainstorming terkait dengan pengembangan aerocity.
“Belum ada eksekusi fisik. Kami masih di tahap pencocokan program kami dengan milik pemerintah daerah, karena kawasan ini akan menjadi kawasan modern nantinya. Kami sudah punya zonasi untuk cargo village, sarana pendidikan, dan lain-lain,” ucapnya.
BACA JUGA: Jepang Rampungkan Kajian Aerotropolis di Sekitar YIA Kulonprogo, Ini Rekomendasinya
Menurut dia, sudah ada rencana untuk membangun tempat pendidikan di dalam aerotropolis. Dengan demikian, semestinya tidak boleh ada sarana serupa di aerocity. Pandu mengatakan lahan di dalam kawasan Bandara YIA yang menjadi aerocity hanya sekitar 45 hektare, sisanya akan menjadi jalan dan sebagainya.
“Agriculture [pertanian] itu sudah ada di masyarakat, tetapi sifatnya tradisional dan belum dikembangkan secara modern. Nah, Pemda DIY ke depannya ingin menggunakan teknologi yang smart, dan menjadi percontohan di daerah lain. Aerotropolis ini nanti jadi percontohan di DIY sebagai kawasan yang menggunakan sentuhan teknologi modern, tanpa menghilangkan jati diri kedaerahan. Intinya seperti itu," ucap Pandu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menonton film dan serial digital menjadi cara siswa SMAN 1 Sleman mengurangi stres setelah ujian sekaligus memulihkan energi dari aktivitas belajar.
Program BSPS naik jadi 400 ribu unit. Pemerintah beri KUR bunga rendah dan pembiayaan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Sleman bongkar 12 bangunan ilegal di atas irigasi Ngaglik. Saluran air sempat terganggu, kini segera dipulihkan.
Lenovo luncurkan AI Student Phone tanpa game dan medsos. Fokus belajar, dilengkapi kontrol orang tua dan pelacakan GPS.
Menko Muhaimin pastikan pasien kronis tetap terlindungi JKN. Pemerintah siapkan tambahan anggaran Rp20 triliun untuk layanan kesehatan.
YPI RUS Kudus siapkan SMP Internasional berbasis Cambridge, bilingual, dan vokasi untuk cetak generasi unggul berdaya saing global.