Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sabit dan penggaris tajam yang diamankan polisi dari ketiga pelaku, Jumat (24/3/2023) malam. /ist Polsek Mlati
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga orang remaja ditangkap polisi atas laporan warga yang melihat mereka berboncengan sambil mengayun-ayunkan senjata tajam jenis sabit pada Jumat (24/3/2023) tengah malam. Dari ketiganya polisi juga mendapatkan dua botol miras.
Kapolsek Mlati, Kompo Andhies F. Utomo, menjelaskan ketiga pelaku ini berinisial RO, 14; RIW, 14; dan BR, 14 merupakan warga Kapanewon Sleman. “Ketiganya ditangkap di Padukuhan Karang Kebo, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, pukul 23.30 WIB,” ujarnya, Sabtu (25/3/2023).
Dari ketiga remaja itu polisi menemukan sebuah sabit berukuran 45 cm dan sebuah penggaris besi yang sudah ditajamkan berukuran 30 cm. “Mereka diamankan oleh warga. Setelah diamankan, para pelaku kemudian diserahkan ke kami untuk pemeriksaan,” katanya.
Penangkapan ini bermula ketika para ABG ini berboncengan dengan satu motor Yamaha Mio 125 bernomor polisi AB 3018 CX, sambil membawa sabit dan penggaris yang ditajamkan. Ketika melintasi Jalan Purbaya, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, ada warga yang melihat mereka tengah mengayunkan senjata tajamnya.
Warga yang melihat itu kemudian mengejar mereka. Di Padukuhan Karang Kebo, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, ketiga remaja tersebut berhasil diamankan oleh warga setempat. “Selanjutnya warga setempat menghubungi Polsek Mlati,” ungkapnya.
BACA JUGA : Cegah Klitih saat Ramadan, Kapolda DIY: Kami Patroli sampai Matahari Terbit
Di lokasi yang sama, petugas polisi memeriksa para remaja tersebut. Polisi mendapatkan dua botol kosong miras di motor yang mereka gunakan. Dari pengakuan para remaja tersebut, mereka sebelumnya menenggak miras di lapangan Pemda Sleman.
Setelah itu ketiganya keliling menggunakan motor melewati sebelah barat pasar Sleman, jalan Ngangkrik. “Saat itu, salah satu pelaku sempat mau membabat [membacok] orang yang melintas naik sepeda motor tapi tidak kena,” kata dia.
Kemudian mereka melanjutkan keliling masuk ke dusun Karang Kebon, dengan salah pelaku masih menganyun-ayunkan sabitnya. Sesaat sebelum diamankan warga, mereka sempat membuang sabitnya di persawahan.
Polisi pun mencari dan berhasil menemukan sabit yang dibuang tersebut. “Untuk ketiga pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.