Desil Warga Tiba-tiba Naik, Dinsos DIY Ungkap Penyebabnya
Dinsos DIY mengungkap penyebab desil warga berubah, termasuk penambahan sumber data DTSEN dan cara mengajukan perbaikan
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat yang beraktivitas di wilayah DIY sebaiknya mempersiapkan payung maupun jas hujan. Mengingat selama tiga hari ke depan bakal terjadi hujan ringan hingga lebat untuk wilayah Jogja atau secara umum DIY.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mengguyur beberapa wilayah di DIY hingga tiga hari ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport, Rahmad Tauladani menyampaikan pada hari ini masyarakat diminta waspada pada potensi hujan yang bisa disertai kilat dan angin kencang. Wilayahnya meliputi Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
BACA JUGA : Waspada! Cuaca Ekstrem Diprediksi Masih Melanda
"Waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," ucapnya, Sabtu (25/3/2023).
Di hari berikutnya hujan akan mengguyur di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Sama dengan hari pertama, hujan juga berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
"[hari ketiga] Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY," jelasnya.
Selain itu, BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi. Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Timur Laut - Timur dengan kecepatan angin berkisar 3-15 knot. Sedangkan wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 3-20 knot.
BACA JUGA : Waspada! DIY Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem hingga 3 Hari
Tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter berpeluang terjadi di perairan Selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Kepada nelayan diharapkan memperhatikan risiko keselamatan.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar waspada."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos DIY mengungkap penyebab desil warga berubah, termasuk penambahan sumber data DTSEN dan cara mengajukan perbaikan
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.