63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Air terjun Kedungkandang, Patuk, Gunungkidul. /Instagram.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keberadaan Air Terjun Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul yang lenyap pembangunan jalan baru Gunungkidul-Sleman mulai memberikan dampak ke kunjungan. Pasalnya, pengelola wisata di kawasan tersebut mengklaim banyak wisatawan asing yang kecele pada saat mendatangi lokasi tersebut.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Mursidi mengatakan, Air Terjun Kedungkandang merupakan salah satu destinasi wisata di Nglanggeran, selain di kawasan Gunung Api Purba. Untuk tingkat kunjungan juga lumayan karena ramai saat musim penghujan.
BACA JUGA : Air Terjun Kedungkandang Kena Gusur Jalan Baru
“Air terjun ini [Kedungkadang] merupakan musiman karena akan terlihat bagus saat musim penghujang dengan debit air yang melimpah,” kata Mursidi kepada wartawan, Senin (10/4/2023).
Meski demikian, dengan adanya pembangunan jalan baru membuat air terjun jadi menghilang. Hal ini pun berdampak terhadap kunjungan karena ia mengakui banyak wisatawan, khususnya turis asing yang kecele karena gagal melihat air terjun.
“Sehari ada satu atau dua wisatawan asing datang ke Kedungkandang, tapi yang dilihat hanya pengerjaan jalan,” ungkapnya.
Dampak dari pembangunan tersebut, sambung Mursidi, pengelola memilih menonaktifkan sebagai destiniasi wisata. “Kedungkandang jadi salah satu daya tarik wisatawan, tapi karena ada pengerjaan jalan baru maka kami off kan,” katanya.
Disinggung mengenai keberlanjutan destinasi di Air Terjun Kedungkandang, Mursidi belum bisa memberikan jawab pasti. Ia lebih memilih menunggu situasi dan kondisi berkaitan dengan pembangunan jalan.
BACA JUGA : Cari Tempat Hiking Seru, Coba ke Air Terjun Kedung
“Kami masih menunggu pembangunan jembatan apakah masih memungkinkan menjadi daya tarik wisata atau tidak,” katanya.
Lurah Nglanggeran Widada mengatakan, saat ini lokasi Air Terjun Kedungkandang tak bisa dikunjungi. Selain airnya sudah surut, juga terdapat proyek pembangunan jalan baru penghubung Gunungkidul-Sleman. Menurut dia, sudah ada komunikasi dengan pengembang dan ada janji akan mengupayakan agar keberadaan destinasi wisata tetap eksis.
“Syukur-syukur nanti dengan dibangunnya jembatan, maka bisa menjadi daya tarik tersendiri. Saya berharap janji untuk pemulihan dapat diwujudkan, meski tidak seperti pada saat sebelum ada pembangunan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan warga di Kalurahan Nglanggeran terkait dengan dampak pembangunan jalan. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan juga sebagai upaya meningkatkan roda perekonomian di masyarakat dalam bentuk kemudahan akses untuk mobilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.