Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi pengolahan sampah./Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo membuka lahan baru sebagai tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di wilayah Kulonprogo.
Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan DPUPKP Kulonprogo, Budi Purwanta mengatakan Pemkab melalui DPUPKP Kulonprogo telah melakukan pengadaan tanah seluas 6.000 meter persegi guna menampung sampah apabila landfill zona dua TPA Banyuroto yang akan dibangun telah habis umurnya.
“Kemarin itu kami sudah mengadakan tanah seluas sekitar 6.000 meter persegi di samping landfill zona dua TPA Banyuroto. Kalau umur zona dua itu habis, ya lahan baru itu yang dikembangkan,” kata Budi ditemui di kantornya pada Selasa (11/4/2023).
Budi menambahkan bahwa zona dua yang segera dibangun pada 2023 tersebut hanya memiliki umur pemakaian lima tahun. Hal tersebut mendasarkan pada pasokan sampah yang mencapai 35 ton per hari. Saat ini, pasokan sampah di TPA Banyuroto rata-rata mencapai 32 ton per hari. Katanya, YIA turut menyumbang sampah hingga 84 ton per bulan. “Bahkan bisa juga kurang dari lima tahun, zona dua itu sudah penuh apabila pertambahan sampah terjadi secara eksponensial atau berlipat-lipat,” katanya.
BACA JUGA: Masalah Sampah Tak Kunjung Usai, Masyarakat Perlu Memilah Sampah di Rumah
“Pengerjaanya sendiri enam bulan. Untuk luasan dan desain tidak ada perubahan. Hanya kemarin itu ada penambahan site pile untuk penguatan apabila terjadi gempa. Anggarannya masih sama Rp8,8 miliar,” ucapnya.
Secara umum, produk yang akan dihasilkan dari pekerjaan pembangunan zona dua tersebut meliputi pekerjaan site landfill, instalasi pengolahan lindi, area pengembangan, pipa lindi, dan jalan akses. Lindi yang telah melalui proses pengolahan baru akan dilepas di sungai yang bermuara di Sungai Serang.
Lebih jauh, Budi mengatakan terdapat sembilan badan usaha yang memasukkan penawaran dari 85 badan usaha yang berminat menangani proyek zona dua TPA Banyuroto. “TPA Banyuroto itu hanya menerima residu. Nah, untuk TPST [Tempat Pengolahan Sampah Terpadu] di Kulonprogo itu belum ada. Berat di pengadaan lahannya. Selain itu juga di tahap usulan pembangunan TPST, lahan harus clean and clear,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.