Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Tugu Pal Putih / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Indeks kualitas udara Kota Jogja menunjukkan kondisi baik meski pun dilewati puluhan ribu kendaraan wisatawan masuk selama libur Lebaran 2023. Pencemaran polusi udara dari kendaraan yang masuk Jogja tak naik signifikan selama libur Lebaran ini.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja menyebut ada tujuh indikator yang dihitungnya untuk mengukur kualitas udara, yaitu karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), ozon (O3), hidrokarbon (HC), partikel udara PM10, dan PM2,5.
“Hanya satu parameter yang sempat meningkat, yaitu PM 2,5, peningkatannya sekitar 22 persen dibandingkan hari-hari biasa. Tapi parameter lainnya landai-landai saja,” jelas Kepala UPT Laboratorium Lingkungan DLH Jogja, Sutomo pada Sabtu (29/4/2023).
BACA JUGA : Hasil Riset: 60 Persen Penyakit Tak Menular Disebabkan
Sutomo menjelaskan kawasan Malioboro dan Jl. Urip Sumoharjo yang paling banyak mengalami peningkatan cemaran udara. “Tapi cemarannya masih dalam kategori aman, dibanding tahun lalu saja liburan Lebaran ini lebih aman,” katanya.
Baiknya kualitas udara selama libur Lebaran ini, jelas Sutomo, salah satu faktornya adalah hujan yang hampir setiap hari turun. “Salah satunya karena hampir setiap hari selama libur Lebaran tahun ini selalu terjadi hujan, meski dengan intensitas yang ringan. Dengan adanya hujan, maka polutan yang ada di udara akan tersapu sehingga udara menjadi bersih kembali,” terangnya.
Berdasarkan Data Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja menyebut setidaknya da 1.500 kendaran per jam yang memasuki Malioboro. “Selama 19-25 April data kami ada 1.500 kendaran masuk Malioboro per jamnya, jika efektif ada 12 jam berarti sekitar 18.000 kendaraan per hari masuk Malioboro,” kata Kepala Dishub Jogja Agus Arif Nugroho.
BACA JUGA : Ada Pandemi Corona, Kualitas Udara di Jogja Membaik
Wilayah paling tinggi arus lalu lintas, jelas Agus, di Jogja berada di sekitar Malioboro. “Arus memang padat, tapai dapat terkendali dengan baik,” tegasnya.
Catatan Dinas Pariwisata (Dinpar) Jogja menyebut pada 19-25 April ada 218 ribu wisatawan mengunjungi Kota Gudeg ini. “Kebanyakan wisatawan lokal ada 213,4 ribu orang, turis mancanegara ada 4,6 ribu orang selama libur lebaran gelompang pertama ini,” kata Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinpar Jogja, Yurnelis Piliang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.