Ini Saran Pedagang Sebelum Malioboro Jogja Jadi Jalur Pedestrian Penuh
Pedagang Teras Malioboro 1 meminta fasilitas parkir dan shuttle disiapkan sebelum kebijakan full pedestrian diterapkan pada akhir 2026.
Di bagian akhir upacara, para prajurit melakukan Mubeng Beteng Puro Pakualaman, Sabtu (29/4/2023). (ist)
Harianjogja.com, JOGJA–Upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman kembali digelar, Sabtu (29/4/2023) untuk menyemarakkan wisata Yogyakarta dan menarik minat wisatawan. Dalam upacara tersebut ditampilkan pula beberapa atraksi budaya DIY.
Kepala Bidang Destinasi Wisata DIY, Kurniawan, menyampaikan Upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman digelar secara rutin setiap 35 hari sekali pada Sabtu Kliwon di Puro Pakualaman.
Selain sebagai upacara rutin, Kurniawan menyampaikan ada atraksi wisata budaya yang digelar pula yang dapat dinikmati masyarakat. Kurniawan menyampaikan selain sebagai tradisi, upacara tersebut digelar juga untuk merekatkan hubungan antara Puro Pakualaman dengan masyarakat dan wisatawan serta dunia wisata Yogyakarta.
Menurutnya dengan mengemas upacara pergantian bregada dengan atraksi budaya, dapat membuat event tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan. Menurutnya event budaya yang diselenggarakan secara rutin tersebut, dinilai memiliki prospek yang cukup baik untuk menarik wisatawan.
“Dispar DIY memandang rangkaian acara tersebut merupakan atraksi yang menciptakan daya tarik sekaligus untuk mengenalkan budaya Puro Pakualaman ke masyarakat luas,” katanya.
BACA JUGA: Pasar Beringharjo Jogja Hasilkan 2 Ton Sampah per Hari saat Libur Lebaran
Dia pun berharap ke depannya, event tersebut semakin dikenal masyarakat luas.
“Tujuan dan harapannya adalah semakin dikenalnya acara pergantian bregada, tidak hanya sebagai event budaya tetapi juga atraksi wisata yang menarik,” katanya.
Dalam event tersebut, selain ada upacara pergantian bregada prajurit ditampilkan pula atraksi budaya DIY yakni tarian dari Sanggar Tetuka, dan Jathilan Kudo Wiromo Putro dari Kulonprogo.
Event ini merupakan kerja sama antara Dinas Pariwisata DIY dengan Kadipaten Puro Pakualaman untuk menyemarakkan wisata Yogyakarta. Upacara dilakukan di dalam Puro Pakualaman, sedangkan atraksi wisata budaya dilakukan di Alun-Alun Sewandanan. Dalam upacara tersebut, prajurit yang berganti yakni Bregada Lombok Abang dengan Bregada Plangkir. Di bagian akhir upacara tersebut, para prajurit melakukan Mubeng Beteng Puro Pakualaman.
(Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang Teras Malioboro 1 meminta fasilitas parkir dan shuttle disiapkan sebelum kebijakan full pedestrian diterapkan pada akhir 2026.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Sejumlah parpol di Sukoharjo menyampaikan keprihatinan atas kasus Etik Suryani. Mereka berharap perkara ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama.
Seorang pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal di belakang rumahnya di Srandakan, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baku tembak terjadi di Festival Salsa on St. Clair, Toronto, Kanada. Dua orang tewas dan enam lainnya terluka dalam insiden tersebut.
DIY mencatat 25 kasus kusta hingga triwulan II 2026. Pemda memperkuat skrining, deteksi dini, dan edukasi untuk mempercepat eliminasi kusta.