Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Ilustrasi pelecehan seksual guru ngaji kepada anak di sleman. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses hukum kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru mengaji terus berlanjut di kepolisian. Sembari menunggu proses tersebut, sejumlah anak yang menjadi korban mendapat pendampingan baik medis maupun psikologis.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman, Sri Budiyantiningsih, menjelaskan pihaknya telah turun mendampingi korban sejak ada laporan polisi pada Januari 2023.
BACA JUGA: Bermodus Terapi Indigo, Guru Ngaji di Gamping Sleman Perkosa 15 Anak
Proses hukum berjalan cukup lama karena tidak semua korban mau menjadi saksi. Dinas P3AP2KB Sleman pun berupaya meyakinkan para korban agar mau bersaksi di hadapan polisi. “Perlu diyakinkan oleh psikolog untuk mau menjadi saksi,” katanya, Rabu (5/5/2023).
Dari data Dinas P3AP2KB Sleman, baru tiga korban yang berani bersaksi dan menjalani BAP di Polresta Sleman. Pihaknya saat ini juga tengah melakukan assessment dugaan adanya korban-korban lain di dalam kasus ini.
Adapun pendampingan yang diberikan yakni mulai dari pendampingan hukum, dengan memfasilitasi saksi ahli yang diperlukan dalam pengadilan. Kemudian pendampingan psikologis yang melibatkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis para korban.
Dinas P3AP2KB Sleman juga sudah memfasilitasi pemeriksaan medis kepada korban melalui poli kandungan dan poli jiwa. “Kami juga bekerja sama dengan Satgas PPA [Perlindungan Perempuan dan Anak] Kalurahan dan kader PKDRT [Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga] Kalurahan untuk mendampingi tiga korban yang jadi saksi,” kata dia.
BACA JUGA: Kehamilan Tak Diinginkan di Sleman Meningkat, Ini Penyebabnya
Panewu Gamping, Yakti Yudanto, menuturkan dari pemerintah di wilayah membantu mengkondisikan perkembangan anak di masyarakat. “HUbungan dengan teman yang lain di masyarakat ada yang masih trauma atau depresi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kasus serupa, Kapanewon Gamping berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menguatkan lembaga di kalurahan dan padukuhan agar lebih waspada dan memperhatikan warganya. “Kaitannya dengan perilaku masyarakat yang kurang baik,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Kimberley Pierre-Louis cetak double-double dengan 14 poin dan 16 rebound saat Indonesia mengalahkan Thailand 61-52 di Asian Games 2026.
BKPSDM Bantul memproses perpanjangan kontrak PPPK Paruh Waktu yang berakhir 30 September 2026 dengan mempertimbangkan kinerja dan anggaran.
25 merek beras fortifikasi ditarik dan izinnya dicabut. Mendag Budi Santoso memastikan stok beras di ritel tetap aman.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kopaska dan Dislambair TNI AL menemukan bukti di lokasi karam KM Virgo Transport 8 untuk mendukung investigasi KNKT.